Connect with us

Nasional

NU Imbau Masyarakat Laksanakan Shalat Id di Rumah

Published

on

INFOKA.ID – PBNU mengimbau kepada semua warga Nahdliyin untuk menggelar shalat Idul Fitri 1442 Hijriah di rumah masing-masing.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj melalui siaran langsung bertajuk Ikhbar Penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah di kanal YouTube NU Channel pada Selasa (11/5/2021).

Hal itu disampaikannya mengingat masih tingginya angka penularan Covid-19 di Indonesia.

Namun, kata Said, shalat Idul Fitri dapat dilakukan di masjid apabila menurut Satgas Covid-19 masjid tersebut telah ditetapkan berada di zona hijau penyebaran covid-19.

“Kami mengimbau kepada semua warga Nahdliyin agar melaksanakan shalat Idul Fitri tahun 1442 Hijriah ini nanti hari Kamis di rumah masing-masing, kecuali kalau di daerah itu hijau. Kalau dianggap Satgas daerah itu hijau, boleh melaksanakan di masjid itu pun dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Said, seperti dikutip dari Kompas.com..

Sebelumnya, Said mengumumkan 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis (13/5/2021). Said mengatakan, pengumuman tersebut didasarkan pada hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama di sejumlah titik di Indonesia pada hari Selasa (11/5/2021).

Dari hasil pemantauan tersebut, kata Said, tidak ada satu pun tim yang berhasil melihat hilal.

“Dengan demikian, umur bulan Ramadhan 1442 Hijriah adalah 30 hari istiqmal. Atas dasar Istiqmal tersebut dan sesuai dengan pendapat Al Mazahibul Arba’ah dengan ini PBNU mengabarkan bahwa awal bulan Syawal 1442 Hijriah jatuh pada hari Kamis 13 Mei 2021,” kata Said.

Untuk itu, ia mengimbau kepada semua warga Nahdlatul Ulama dan umat Islam pada umumnya agar menyempurnakan ibadah puasa 30 hari dan berhari raya pada Kamis 13 Mei 2021.

Tak lupa, ia juga mengingatkan untuk tetap merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M.

“Kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1442 Hijriah dengan penuh sukacita dan tetap mematuhi protokol kesehatan 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi,” kata Said. (*)

Sumber: Kompas.com