Nasional
Nadiem Tunda Pengumuman Seleksi Guru PPPK Tahap I
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengataka akan menunda pengumuman seleksi guru PPPK tahap I.
Nadiem mengatakan, pihaknya telah menerima banyak aspirasi terkait masalah seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Pada saat ini kita sedang mengajukan surat untuk penundaan tersebut, kita coba perjuangkan untuk guru honorer,” kata Nadiem saat ditemui usai mengikuti rapat kerja di Komisi X DPR RI, kompleks parlemen, Kamis (23/9/2021).
Dalam rapat Komisi X, Kemendikbudristek mengumumkan, berdasarkan hasil ujian seleksi pertama, sekitar 94 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK.
“Berdasarkan seleksi pertama saja ya, sekitar hampir 100 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK,” ujar Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Nadiem mengatakan saat ini pengelolaan data hasil ujian seleksi pertama masih terus berlangsung. Finalisasi hasil ujian masih dalam proses diskusi oleh pihak Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Akan tetapi, sekitar 29% dari 326.476 formasi yang ada pelamarnya sudah terisi.
“Dari 30% itu terisi, jadi saat ini yang 100 ribu itu mewakili 30% dari 326 ribu formasi yang ada pelamarnya. Sayangnya ada formasi sisanya yang tadi 179 ribu yang tidak ada pelamarnya nah itu yang harus kita usahakan bersama,” ujar Nadiem.
Nadiem yakin, pada seleksi tahap kedua dan ketiga, akan lebih banyak lagi guru yang akan diangkat sebagai PPPK Guru 2021.
Alasan pertama penundaan, karena panitia seleksi nasional (Panselnas) masih memproses pengolahan data hasil tes PPPK. Kedua, ada sejumlah masukan dari berbagai kalangan termasuk Komisi X DPR RI untuk penambahan afirmasi terhadap guru honores yang berusia di atas 50 tahun.
“Alasannya banyak, mereka banyak yang lebih pastinya tentunya sudah mengetahui tes yang pertama, tes kedua biasanya angkanya meningkat. Kedua formasinya akan lebih banyak, karena banyak daerah yang akan kita yakinkan, secara paralel. Dan ketiga optimalisasi yang akan dilakukan GTK untuk memastikan daerah-daerah yang kosong itu ada demand-nya,” terang Nadiem.
Seperti diketahui, ujian Seleksi Kompetensi PPPK Guru tahap pertama berlangsung pada 13-17 September 2021. Ujian dilaksanakan di di 1.134 lokasi yang tersebar di 501 kabupaten/kota dari 33 provinsi.
Pengumuman lengkap hasil ujian seleksi pertama PPPK Guru 2021 akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.
“Ini hanya rekap awal, pengumuman lengkap hasil ujian seleksi pertama dilakukan beberapa hari ke depan ini,” terang Nadiem.
ementara itu, Ketua Komisi X Syaiful Huda meminta, pengumuman seleksi tahap I untuk ditunda. Tujuannya, untuk memastikan adanya penambahan afirmasi bagi guru honorer senior.
“Baiknya ditunda hingga adanya kepastian besaran tambahan poin afirmasi bagi para guru honorer dalam seleksi-seleksi selanjutnya,” ujar Huda.
Huda menjelaskan, seleksi PPPK tahap I untuk sejuta guru honorer memunculkan berbagai masalah yang diprotes oleh mayoritas guru di Tanah Air. Berbagai permasalahan tersebut di antaranya terjadi kesimpangsiuran standar prosedur terkait jadwal dan perlengkapan yang dikeluarkan oleh pelaksana pusat.
“Kondisi ini berakibat banyak peserta tidak dapat mengikuti ujian seleksi PPPK dan perbedaan perlakukan kepada peserta ujian akibat kebijakan yang tidak konsisten,” ujar Huda. (*)

You may like

Kemendikbudristek Tetapkan 40.541 Formasi CPNS dan PPPK 2024

Pemkab Karawang Kembali Buka 912 Formasi untuk Seleksi CPNS dan PPPK

Buntut Kisruh PPDB 2023, DPR Segera Panggil Mendikbudristek

Mendikbudristek Targetkan 600 Ribu Guru Honorer Jadi P3K

Nadiem Sebut RUU Sisdiknas Jadi Solusi Peningkatan Kesejahteraan dan Jaga Kualitas Guru

Kemendikbudristek Ubah Pola Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Pos-pos Terbaru
- Dari Bau Amonia ke Wangi Cuan: Kisah Sukinah dan Transformasi Limbah Rajungan di Desa Sukajaya
- May Day 2026: Polres Karawang Pastikan Keberangkatan Buruh ke Monas dan DPR Berjalan Aman
- Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan






