Nasional
Menko PMK: Lakukan Konvergensi Program Untuk Cegah Stunting dan Hapus Kemiskinan Ekstrem
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy tekankan pentingnya konvergensi program dengan melibatkan semua pemangku kepentingan dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting.
“Konvergensi program dengan melibatkan semua pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting,” kata Muhadjir Effendy keterangannya yang dilansir dari Antara, Senin (20/3/2023).
Ia menjelaskan bahwa permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem saling beririsan sehingga upaya penanganan yang dilakukan dapat berjalan simultan dan berkesinambungan.
Konvergensi program, kata dia, merupakan pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting dan sekaligus menghapus kemiskinan ekstrem kepada sasaran prioritas.
“Fokus konvergensi dapat mengacu kepada penurunan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan, serta meminimalkan kantong kemiskinan. Gunakan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem atau P3KE untuk mempertajam sasaran program,” katanya.
Muhadjir menambahkan bahwa pemerintah daerah dapat melakukan sinergi program yang melibatkan berbagai unsur masyarakat serta memperluas program kemitraan dalam menangani stunting dan menghapus kemiskinan ekstrem.
“Kemenko PMK terus mengingatkan bahwa permasalahan stunting dan kemiskinan ekstrem ini saling berkaitan. Berdasarkan peninjauan di lapangan, terdapat keluarga yang masuk kategori miskin ekstrem dan anak-anaknya juga terkena stunting, untuk itu perlu dilakukan upaya konvergensi untuk menangani keduanya sekaligus,” Ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kemenko PMK terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan juga kementerian/lembaga guna memperkuat program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.
“Kemenko PMK terus melakukan Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem secara virtual yang dilakukan secara bertahap dengan menyasar seluruh pemerintah daerah di Indonesia, mulai dari pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota,” katanya.
Prevalensi stunting di Indonesia saat ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) adalah 21,6 persen. Sementara pemerintah menargetkan prevalensi stunting bisa turun menjadi 14 persen pada tahun 2024.
Selain itu, pemerintah menargetkan untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem dari empat persen atau 10,86 juta jiwa pada tahun 2021 menjadi nol persen pada tahun 2024. (*)
Sumber: Antara


You may like

Alfamidi Salurkan Bantuan Stunting Tahap 2 di Kecamatan Karawang Barat

Rembug Stunting se-Kecamatan Cipongkor, Polsek Sindangkerta Dukung Program Pemerintah dan Pelaksanaannya

KKN Desa Baturaden UBP Karawang Sosialisasikan Manfaat Daun Kelor Cegah Stunting

Upaya Tanggulangi Stunting, Mahasiswa KKN UBP Karawang Berpartisipasi Dalam Program Pangan Sehat Desa Balonggandu

Kemiskinan Ekstrem di Bekasi Jadi Sorotan Pemerintah Pusat

Kader Posyandu di Purwasari Ini Berjuang Tekan Angka Stunting di Karawang
Pos-pos Terbaru
- NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah
- Komisi III DPRD Karawang Tindak Lanjuti Dugaan Penutupan Drainase Penyebab Banjir
- Yonif 305/Tengkorak Gelar Nobar Semifinal II Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Prajurit
- Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa






