Nasional
Menag Cari Formula Untuk Mengatasi Intoleransi Saat Momen Politik
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berpendapat tingkat intoleransi meningkat saat menjelang pemilihan umum (pemilu) atau momentum politik lain.
Yaqut mengaku tengah mencari formula untuk mengatasi Intoleransi saat bertemu sebuah momentum politik.
“Saya tidak tahu ini perilaku semacam ini bagaimana formulasinya untuk menangani, tapi tentu kita tidak akan putus asa dan akan dari jalan keluarnya seperti apa,” kata Yaqut dalam diskusi virtual bertajuk ‘Survei Nasional Suara Anak Muda tentang Isu-isu Sosial Politik Bangsa’ yang disiarkan virtual, Minggu (21/3).
Menurut Yaqut, dia melontarkan pernyataan soal peningkatan intoleransi saat momentum politik berdasarkan pengalamannya. Dia mengaku menyaksikan sendiri ketika pemilihan presiden tahun 2019 dan pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017.
“Meski tanpa hasil survei, tapi merasakan tingkat intoleransi itu meningkat ketika bertemu dengan momentum politik,” kata dia.
“Ada momentum politik itu kemudian meningkatkan sikap intoleran atau radikalisme,” lanjutnya.
Yaqut menjelaskan saat menjelang pemilu, politisasi agama kerap dilakukan dan berulang. Isu agama dijadikan bahan untuk menggaet suara namun dampaknya meningkatkan intoleransi.
“Kita lihat saat pemilihan gubernur Pak Ahok dengan Pak Anies itu. Bagaimana isu agama menjadi dominan dan itu naik pesat dan itu terulang kembali ketika pilpres kemarin,” tuturnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, masyarakat Indonesia masih banyak mempertimbangkan nilai agama Ketika mengambil keputusan.
Sebanyak 47,8 persen anak muda sering mempertimbangkan nilai agama dalam mengambil keputusan hidup. Sedangkan sebanyak 31, 5 persen menganggap sangat sering atau selalu.
Survei ini dilakukan dengan menggunakan metode simple random sampling sebanyak 206.983. Responden terdistribusi secara acak di seluruh nusantara dan pernah diwawancarai secara tatap muka langsung dalam rentang 2 tahun terakhir.
Sementara itu, toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Survei digelar pada Maret 2018-2020. Total survei sampel yang berhasil diwawancara sebanyak 1.200 responden warga negara Indonesia berusia 17-21 tahun. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com

You may like

RS Primaya Karawang Lindungi Ratusan Guru hingga Marbot dari Risiko Kecelakaan

Kemenag Karawang Terima CSR Primaya Hospital, Guru RA dan Marbot Masjid Dapat Jaminan BPJS

Kemenag Pastikan Video Viral Jenazah Jamaah Tergeletak di Jalanan Bukan Dari Indonesia

Kemenag Sebut Jamaah Haji Tanpa Visa Resmi Bisa Kena Denda 10.000 Riyal hingga Dideportasi

Kemenag Ingatkan Masyarakat Waspadai Tawaran Berangkat Haji Tanpa Menunggu, Dipastikan Ilegal

Menag: Kloter Pertama Haji Berangkat 12 Mei 2024
Pos-pos Terbaru
- Dukung Pasokan Darah di Karawang, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah Massal ielang HUT ke-51
- Microbus Terbakar di Tol Jakarta-Cikampek KM 55, Polres Karawang Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
- Brits Hotel Karawang Hadirkan Cars Worldwide Carmeet 2026, Satukan Komunitas Otomotif, UMKM, dan Lifestyle dalam Satu Event Kolaboratif
- Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN






