Connect with us

Nasional

Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Tembus 21.000 Jiwa

Published

on

INFOKA.ID – Korban tewas akibat gempa besar yang melanda Turki dan Suriah sudah mencapai 21.051 jiwa per Jumat (10/2/2023) pagi.

Pihak berwenang serta pejabat dan petugas medis mengatakan 17.674 orang tewas di Turki dan 3.377 di Suriah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,8 dengan lebih dari 75.000 orang terluka di kedua negara.

Pihak berwenang bahkan memperkirakan korban tewas masih akan bertambah secara signifikan lantaran proses evakuasi dan penyelamatan belum menjamah seluruh wilayah terdampak gempa.

Selain itu, banyak warga terutama korban gempa mengeklaim pihak berwenang sangat lambat menyalurkan bantuan dan melakukan proses penyelamatan.

Beberapa warga di daerah terdampak gempa bahkan memaparkan tim penyelamatan dan bala bantuan baru datang 12 jam setelah bencana terjadi.

Sementara, para penyintas, banyak dari mereka menjadi tunawisma, kini menghadapi “bencana sekunder” karena cuaca dingin dan salju menyebabkan “kondisi yang memburuk dan mengerikan,” kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (9/2/2023).

Gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan Suriah pada Senin pagi sekitar pukul 04.17 waktu setempat. Gempa itu disebut sebagai yang terbesar dalam 100 tahun terakhir sejak 1939.

Selain itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan juga sempat menyerukan keadaan darurat selama tiga bulan, dan telah turun ke beberapa tempat penampungan di Kahramanmaras yang terkena dampak paling parah, di mana orang-orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat gempa tersebut.

Status darurat itu berlaku di 10 provinsi negara tersebut. Kesepuluh provinsi bakal dinyatakan sebagai bagian dari zona bencana gempa.

“Kami memutuskan untuk mengumumkan keadaan darurat guna memastikan bahwa penyelamatan dan pemulihan kami dapat dilakukan dengan cepat,” kata Erdogan dalam pidatonya.

Negara-negara di seluruh dunia juga turut mengirim tim untuk membantu upaya penyelamatan, tetapi upaya penyelamatan mereka terhambat oleh suhu yang sangat dingin. Sejauh ini terjadi hampir 200 gempa susulan, yang membuat pencarian menjadi tidak stabil.

Di seberang provinsi Hatay, tepat di barat daya pusat gempa, para pejabat mengatakan sebanyak 1.500 bangunan hancur dan banyak orang melaporkan kerabat mereka terperangkap di bawah reruntuhan tanpa bantuan atau tim penyelamat tiba. (*)

Sumber: Berbagai sumber