Connect with us

Nasional

Gempa Bermagnitudo 7,5 Kembali Guncang Turki, Korban Tewas Tembus 1.200 Orang

Published

on

INFOKA.ID – Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo kembali mengguncang wilayah Turki tenggara Senin (6/2/2023) sore waktu setempat.

Dalam perkembangan terbaru, setidaknya 1.700 orang diyakini meninggal dunia setelah dua gempa berkekuatan besar mengguncang Turki dan Suriah. Gempa pertama dengan magnitudo 7,8 tersebut setidaknya diikuti 20 gempa susulan.

Namun informasi masih diperbarui untuk mengetahui dampak dari gempa kedua yang menghantam Provinsi Kahramanmaras di Turki, yang terjadi beberapa jam setelah gempa pertama di Gaziantep, sekitar 128 km jauhnya.

Selain korban tewas, ribuan orang terluka dan pencarian dilakukan untuk mencari korban selamat yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang runtuh.

Dalam laporan Express, gempa meruntuhkan 2.000 bangunan. Korban tewas sangat banyak karena gempa terjadi pada pukul 04.00 pagi, di saat warga masih tertidur pulas.

Korban tewas diperkirakan akan meningkat. Selain itu, gempa susulan juga diprediksi dapat berlanjut selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Institut geologi Denmark mengatakan getaran itu terasa hingga Greenland.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan di Twitter bahwa “tim pencarian dan penyelamatan segera dikirim” ke daerah yang dilanda gempa.

Sebelumnya, gempa dahsyat mengguncang wilayah Turki. Gempa dahsyat yang berkekuatan M 7,8 pertama kali mengguncang wilayah Turki pada Senin (6/2/2023) dini hari.

Siang harinya, gempa dahsyat kedua dengan kekuatan M 7,5 kembali mengguncang sekitar pukul 13.24 waktu setempat.

Laporan AFAP menyebut gempa itu tergolong dangkal, dengan pusat gempa terletak di lokasi berjarak empat kilometer sebelah selatan-tenggara kota Ekinozu.

Menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, getaran gempa di Turki itu juga dirasakan di beberapa negara lainnya, seperti Siprus, Suriah, Lebanon, Yunani, Yordania, Irak dan hingga di negara sejauh Rumania, Georgia, hingga Mesir.

Banyak negara segera menawarkan bantuan, termasuk Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Yunani, dan Ukraina. (*)

Sumber: Berbagai sumber