Regional
Ketua DPRD Karawang Nilai Banjir Kali Cilamaran Akibat Kelalaian Pengelolaan Sungai
Published
7 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Banjir yang kembali merendam sejumlah wilayah di Karawang Timur menuai kritik dari Ketua DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin. Ia menilai, luapan Kali Cilamaran tidak semata disebabkan oleh curah hujan, melainkan akibat kelalaian pengelolaan sungai yang dibiarkan berlarut-larut.
Endang Sodikin mengatakan, banjir melanda wilayah Kelurahan Plawad hingga Palumbonsari setelah Kali Cilamaran meluap. Kondisi tersebut diperparah oleh pendangkalan sungai akibat sedimentasi yang tidak kunjung ditangani, sehingga kapasitas aliran air menyempit secara signifikan.
Ketua DPRD yang akrab disapa Kang HES itu menegaskan, banjir seharusnya dapat dicegah apabila normalisasi sungai dilakukan secara konsisten. Namun, pengerukan Kali Cilamaran disebut sudah hampir satu tahun tidak dilaksanakan.
“Ini bukan bencana alam semata, tetapi bencana akibat kelalaian. Hampir setahun tidak ada pengerukan. Normalisasi Kali Cilamaran wajib dilakukan secara berkala agar daya tampung sungai tetap terjaga,” ujar HES, Kamis (22/1/2026).
Ia mengungkapkan, tingkat pendangkalan di jalur tersier Cilamaran kini sudah mengkhawatirkan. Menurut dia, tanpa penanganan serius, genangan air akan terus meluas setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Atas kondisi tersebut, HES mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bersama Perum Jasa Tirta (PJT) untuk segera melakukan penanganan menyeluruh. Ia meminta agar alat berat diturunkan ke titik-titik kritis yang mengalami sedimentasi parah, bukan hanya penanganan sementara.
Selain itu, ia juga mengkritisi pola pengelolaan anggaran BBWS yang dinilainya masih bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang, padahal pengelolaan sungai merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Pemda Karawang sudah menghabiskan ratusan miliar rupiah untuk urusan yang seharusnya menjadi tanggung jawab BBWS. Jangan terus bergantung pada APBD. BBWS harus mandiri dan bertanggung jawab penuh,” katanya.
Ia menambahkan, ketergantungan tersebut berpotensi menggerus anggaran daerah yang seharusnya dialokasikan untuk program-program yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Sementara itu, dampak luapan Kali Cilamaran telah dirasakan warga di sejumlah kawasan permukiman yang kini berstatus rawan banjir, antara lain Grand Permata Palumbonsari, Cluster Mutiara, Buana Asri, hingga Palumbon Tesa di wilayah Tegalsawah.
“Sedikitnya ada tiga desa atau kelurahan yang terdampak. Kondisi ini tidak boleh terus berulang setiap tahun. BBWS dan PJT harus turun langsung ke lapangan, memetakan titik terparah, dan bergerak cepat agar warga tidak terus menjadi korban,” tutup HES. (rls)


You may like

Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan

Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
Pos-pos Terbaru
- Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
- Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA
- Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara
- Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan






