Connect with us

Regional

Ketua DPD FOREDER Soroti Peristiwa Pemukulan Aktivis Perempuan Sumsel

Published

on

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Relawan Demokrasi (DPD FOREDER) Sumatera Selatan Fini Aria Ismail.

PALEMBANG – Peristiwa pemukulan yang dialami oleh salah seorang aktivis perempuan, juga anggota Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu, (PEKAT IB) Sumatera selatan (Sumsel), Lili Sari oleh menantunya yang berinisial MAS, mendapat sorotan beragam dari berbagai elemen aktivis di Sumsel.

Salah satunya, datang Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Relawan Demokrasi (DPD FOREDER) Sumatera Selatan Fini Aria Ismail.

Menurut Fini, maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan tidak luput dari kurangnya pemahaman yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu rendahnya kesadaran hukum, budaya patriarki, ekonomi yang rendah/kemiskinan, dugaan adanya perselingkuhan dan pernikahan dini.

“Kejadian ini, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan sering sekali terjadi dan yang paling banyak kasus nya di kota Palembang. salah satu contoh, menanggapi kasus yang baru-baru ini menimpa rekan aktivis perempuan Lili Sari, hal ini sangat menyayangkan sehingga terjadi,” katanya saat ditemui di pelataran Gedung Kantor Koni Kota Palembang dijalan, Mayor Santoso Ilir Timur I D III Palembang pada kamis, (16/3/2023).

Untuk itu, Fini meminta kepada pihak berwajib terkaituntuk segera menangkap pelaku kekerasan yang berinisial MAS terhadap Lili Sari dan juga anaknya atau istri dari pelaku yang bernama Vhinka Monique.

“Pihak kami mengecam perlakuan MAS untuk segera di tangkap dan proses seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Fini.

Lebih lanjut, Fini bersama dengan rekan-rekan Aktivis Sumsel lainnya, akan terus mengawal kasus ini sampai ke meja hijau.

“Walaupun, hal ini juga tidak luput dari pengawasan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kabupaten Palembang, yang saya anggap kinerjanya sangat kurang untuk turun langsung memberikan penyuluhan terhadap masyarakat, begitu pula peran serta KOMNAS PA, sangat di butuhkan dan juga perpanjangan tangan untuk disetiap daerah seharusnya, lebih produktif lagi dalam hal penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan,” pungkas Fini. (sya)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement