Connect with us

Nasional

Kemenkes Pastikan Covid-19 Subvarian Orthrus Belum Masuk ke Indonesia

Published

on

INFOKA.ID – Kementerian Kesehatan memastikan Covid-19 subvarian Omicron, CH.1.1 atau Orthrus, belum terdeteksi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Kesehatan, dr Syahril dalam jumpa pers perkembangan kasus Covid-19 secara daring, Senin (20/2/2023).

“Belum ada subvarian (Orthrus), kita tunggu saja mudah-mudahan tidak ada,” kata Syahril, dilansir dari Kompas.com.

Di dunia, varian ini sudah masuk di 63 negara di dunia dan 51 negara bagian AS. Tertinggi ada di Inggris dan AS. Di Inggris terdapat 4.113 kasus, sementara di AS sebanyak 1.273 kasus. Total kasus di dunia hingga 1 Februari 2023 ada 12.187 kasus.

Meski demikian, Kemenkes meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Pihaknya berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat.

Menurutnya, masyarakat Indonesia sudah memiliki kekebalan baik dari vaksinasi maupun infeksi. Kekebalan komunitas itu terlihat hasil survei serologi yang dirilis pada Januari 2023 lalu.

Survei menunjukkan, 99 persen populasi Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap SARS-CoV-2 atau Covid-19.

Kadar antibodi masyarakat meningkat menjadi 3.207 u/ml di Januari 2023 dari sebelumnya 2.095 u/ml di Juli 2022.

Hal ini juga terlihat ketika varian Kraken yang hadir di Indonesia tidak menimbulkan gelombang baru.

“Walaupun ada seperti subvarian XBB 1.5, kita dapat mengendalikan dan masyarakat Indonesia dapat mengatasi itu dengan kekebalan tubuh dan perilaku pola hidup bersih dan sehat,” tutur Syahril.

Terkait Kraken, Syahril menyampaikan, sudah ada 6 kasus di Indonesia. Dari 6 kasus yang ditemukan sejak Desember 2022, empat di antaranya tidak memiliki gejala.

Sedangkan 2 kasus lainnya hanya bergejala ringan. Satu dari enam pasien tersebut berdomisili di Banten. Satu pasien berdomisili di Kalimantan Timur, dan 4 sisanya di DKI Jakarta.

“Sejak Desember ada 1 pasien, Januari 5 pasien, jadi total 6 pasien. Dan semua gejala pada pasien ini, 4 di antaranya tidak bergejala dan dua dengan gejala ringan,” ucap Syahril. (*)

Sumber: Kompas.com