Connect with us

Regional

Jumlah Hunian Hotel di Kawasan Puncak dan Cianjur Meningkat Lagi

Published

on

INFOKA.ID – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI Cianjur, Jawa Barat, mencatat kenaikan jumlah hunian hotel hingga mencapai 100 persen selama akhir pekan. Tamu hotel didominasi dari Jabodetabek.

Ketua PHRI Cianjur, Nano Indra Praja mengatakan okupansi mulai meningkat setelah pelonggaran PPKM diberlakukan di sejumlah wilayah, meski Cianjur masih level 4.

Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, prokes ketat termasuk kartu vaksinasi wajib dikantongi tamu yang datang.

“Prokes ketat kami terapkan, sebagai upaya membantu pemerintah dalam memutus rantai penularan Covid-19. Baru pekan ini okupansi meningkat, bahkan beberapa hotel anggota PHRI Cianjur terisi penuh. Semoga PPKM segera usai dan perekonomian kembali normal,” kata Nano, dilansir dari Antara, Minggu (29/8/2021).

Sementara itu sejumlah pengelola hotel di kawasan Puncak-Cianjur, memberikan diskon khusus bagi tamu yang hendak menginap, dengan catatan dapat menunjukkan bukti surat vaksinasi kedua. Tidak hanya diskon hotel, termasuk diskon lainnya seperti makan minum di restoran serta bebas menggunakan berbagai fasilitas penunjang.

General Manager Zuri Resort Cipanas, Vallien Isak Waas, mengatakan untuk akhir pekan kali ini, okupansi kembali meningkat yang biasanya hanya beberapa kamar, saat ini terisi penuh 63 kamar hingga Senin. Pihaknya berharap peningkatan terus berjalan, seiring prokes ketat yang diberlakukan pada semua tamu yang datang.

“Untuk pekan ini, sebagian besar tamu yang datang wajib menunjukkan kartu sudah divaksin minimal dosis pertama. Sedangkan yang dapat menunjukkan vaksin dosis kedua akan mendapat berbagai diskon, ini kami lakukan sebagai daya tarik bagi tamu yang akan menginap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama penerapan PPKM level 4, baru pekan ini, tingkat okupansi melambung seperti akhir pekan sebelumnya, di mana berbagai persayaratan yang diberlakukan bagi pendatang cukup memberatkan, termasuk harus mengantongi surat bebas Covid-19.

Meski mengalami peningkatan, pihaknya tetap mewajibkan tamu yang menginap mematuhi aturan yang diterapkan pihak hotel seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan, agar terhindar dari virus berbahaya.

“Harapan kami, berbagai kelonggaran terus diberikan, hingga PPKM dicabut,” tuturnya.

Berlakukan Rekayasa Jalur Lalu Lintas

Sementara, petugas kepolisian memberlakukan rekayasa arus di Jalur Puncak-Cipanas, Cianjur, Jawa Barat guna mengantisipasi terjadinya macet total, seiring tingginya volume kendaraan di kawasan tersebut yang didominasi nomor polisi Jabodetabek, meski tempat wisata di kawasan tersebut masih tutup.

Menurut informasi, antrean kendaraan dari kedua arah terus meningkat, meski tempat wisata yang ada di kawasan utara Cianjur seperti Kebun Raya Cibodas, Taman Bunga Nusantara, dan wisata alam lainnya belum diizinkan kembali beroperasi karena Cianjur masih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Sebagian besar pendatang memilih untuk menginap di hotel yang banyak tersebar di kawasan Puncak-Cipanas, atau sekadar menikmati berbagai macam kuliner yang dijajakan, sebagai upaya menghilangkan kejenuhan selama penerapan PPKM yang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Mangku Anom, mengatakan sejak pagi hingga malam menjelang, petugas yang disiagakan di kawasan Puncak-Cipanas, memberlakukan rekayasa arus hingga sistem buka tutup satu arah, sebagai upaya antisipasi terjadinya macet total seiring tingginya volume kendaraan selama akhir pekan.

“Menjelang siang dan malam, sistem satu arah menuju Bogor diberlakukan, sebagai upaya antisipasi macet total di kedua arah di kawasan Puncak. Volume kendaraan sudah terlihat meningkat sejak Sabtu pagi, dengan tujuan hotel di kawasan Puncak-Cipanas,” katanya.

Ia menjelaskan, menjelang malam antrean kendaraan terus memanjang menuju Bogor, dengan ekor antrean mencapai belasan kilometer atau tepatnya hingga Jalan Raya Pacet-Cipanas, sehingga sistem satu arah akan diberlakukan hingga antrean mencair dan jalur kembali normal. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement