Connect with us

Regional

Hadiri Panen Raya, Warga Indramayu Antusias Ingin Bertemu Jokowi

Published

on

INFOKA.ID – Warga Indramayu antusias dengan kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Indramayu, Rabu (21/4/2021).

Jokowi diketahui hendak menghadiri kegiatan panen raya bersama petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua.

Para petani memamerkan hasil panen melimpah di wilayahnya saat dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, Jokowi juga melakukan dialog dengan para petani untuk mendengar aspirasi dari para petani secara langsung.

Dilansir dari TribunJabar.id, Jokowi dan rombongan tiba di lokasi panen raya, tepat pada pukul 10.00 WIB.

Tidak sedikit, khususnya kalangan emak-emak yang berteriak melambaikan tangan menyambut kedatangan orang nomor 1 di Indonesia tersebut.

Saat Jokowi turut membalas lambaian tangan dari warga, mereka langsung berteriak.

Polisi bahkan terlihat kewalahan mengatur warga yang hadir menyaksikan kedatangan presiden karena jumlahnya terlalu banyak.

Sepanjang jalan sekitar 1 kilometer dari lokasi panen raya dipenuhi masyarakat yang berjajar.

Mereka sengaja berkumpul demi bisa melihat langsung orang nomor satu di Indonesia tersebut sejak pagi tadi.

“Dari jam setengah 7, pengen liat pak presiden,” ujar salah seorang ibu.

Neni yang merupakan seorang petani di wilayah setempat, rela tidak dulu berangkat ke sawah agar bisa melihat Jokowi.

Salah seorang petani, Kaedi (46), mengatakan, hasil panen di wilayah Desa Wanasari sangat melimpah, per satu hektare sawah di sana bisa menghasilkan 7-8 ton.

“Jadi alhamdulillah, pak presiden tadi melihat langsung di Desa Wanasari hasil panennya baik, dari satu hektare itu bisa 7-8 ton,” ujar dia.

Kaedi melanjutkan, melimpahnya hasil panen ini rupanya juga membawa kendala lainnya bagi para petani.

Karena panen dilakukan serentak, banyak pemilik sawah yang kekurangan pekerja.

Mereka pun berharap, Presiden bisa mengatasi hal itu dengan memberi bantuan berupa alat Combine Harvester atau mesin panen padi canggih.

Pada kesempatan itu, petani juga meminta bantuan berupa pompa air untuk mengairi sawah-sawah mereka.

Hal ini dikarenakan saluran irigasi di Desa Wanasari sedang dalam tahap perbaikan, sehingga membuat petani yang berada di wilayah hilir saluran tidak bisa mengairi sawah mereka.

Kaedi mengatakan, Harga Gabah Kering Panen (GKP) sudah sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditentukan pemerintah, yaitu Rp 4.200 per kilogram.

“Sebelum ada Sergap harga gabah itu anjlok, hanya dihargai Rp 3.500 sampai Rp 3.700 paling tinggi. Nah sekarang harga gabah sampai Rp 4.200 di musim panen raya ini,” ujar dia.

Sumber: TribunJabar.id

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. graliontorile

    30 Agustus 2022 at 02:35

    It’s laborious to seek out educated folks on this topic, however you sound like you recognize what you’re talking about! Thanks

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *