Connect with us

Regional

DSDABMBK Bekasi Alokasikan Anggaran Rp 737 Miliar untuk Pembangunan Infrastruktur

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran Rp 737 miliar dari APBD 2024 untuk merealisasikan program prioritas pembangunan infrastruktur wilayah.

“Tahun ini kami akan menggenjot kembali pembangunan infrastruktur sesuai dengan saran dan masukan masyarakat,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln di Cikarang, Selasa (30/1/2024).

Salah satu program prioritas tahun ini adalah pelebaran jalan pada Ruas Inspeksi Kalimalang. Pelebaran jalan sepanjang 200 meter ini bertujuan mendukung percepatan operasional dua arah di ruas tersebut.

Pekerjaan serupa telah diselesaikan pada akhir tahun sebelumnya untuk sesi jalan di titik Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat.

“Tahun ini kami akan menggenjot kembali pembangunan infrastruktur sesuai dengan saran dan masukan masyarakat,” kata Henri.

Ia mengatakan proyek ini melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN, Telkom, Dishub, dan Satpol PP.

Selain pelebaran jalan, alokasi anggaran tahun ini juga mencakup pembangunan jembatan. Salah satu proyek penting adalah Jembatan Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, yang sudah tertunda selama 10 tahun.

Jembatan ini memiliki peran vital sebagai jalur menuju objek wisata di Kecamatan Muaragembong dan akses penghubung antara Kabupaten Bekasi dan Karawang.

Proyek lain yang direncanakan untuk tahun ini adalah pembangunan Jembatan Cipamingkis di Jalan Cibarusah-Loji, Kecamatan Cibarusah.

Dalam upaya penanganan banjir, program padat karya juga mendapat alokasi anggaran senilai Rp 100 miliar.

Program ini mencakup normalisasi saluran air, pembangunan tanggul, perbaikan drainase, pemasangan konstruksi saluran, dan infrastruktur terkait lainnya.

Dengan alokasi anggaran yang signifikan, Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur demi kesejahteraan dan kemajuan wilayahnya.

Program padat karya juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam penanganan bencana banjir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tandasnya. (*)