Regional
Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang
Published
1 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Pasangan suami istri (Pasutri) lanjut usia (lansia) asal Dusun Krajan B, RT 01 RW 06, Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengetuk pintu hati Bupati Karawang, H. Aep Saepuloh. Mereka sangat berharap adanya perhatian dan bantuan nyata dari orang nomor satu di Karawang tersebut atas kondisi hunian mereka yang kian memprihatinkan.
Pasutri tersebut adalah Uci (63) dan Warsih (60). Kepada awak media, Uci mengungkapkan rasa cintanya yang besar kepada Bupati H. Aep Saepuloh. Ia menceritakan bagaimana pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lalu, ia sekeluarga bersama mayoritas warga setempat berbondong-bondong memberikan suaranya untuk pasangan nomor urut 2, H. Aep Saepuloh dan H. Maslani.
“Waktu Pilkada dulu, saya sekeluarga memilih Bapak H. Aep dan H. Maslani karena memang murni cocok di hati. Tidak ada paksaan dari pihak mana pun, apalagi diiming-imingi uang. Ini murni bentuk kecintaan saya kepada Bapak Bupati,” ujar Uci dengan nada tegas saat ditemui di kediamannya, Minggu (2/8/2026).
Atas dasar kecintaan dan kepercayaan itulah, kini Uci menaruh harapan besar di pundak sang bupati. Pria paruh baya ini memohon agar Bupati H. Aep Saepuloh berkenan meluangkan waktu untuk meninjau langsung kondisi rumahnya yang sudah sangat rapuh.
Rumah berbahan kayu dengan dinding bilik bambu tersebut diakuinya sudah mengalami kebocoran parah selama dua tahun terakhir dan kini dalam kondisi nyaris roboh. Lebih miris lagi, bagian dalam rumah tersebut masih beralaskan tanah, sehingga setiap kali hujan turun, lantai rumah berubah layaknya kubangan lumpur.
“Kami memohon dan berharap kepada Bapak Bupati H. Aep Saepuloh, sudikah kiranya datang ke rumah saya untuk melihat kondisi langsung. Kalau hujan bocor, lantainya yang masih tanah jadi seperti tidur di atas lumpur. Semoga Bapak Bupati dapat segera membantu memperbaiki rumah kami yang mau roboh ini,” harap Uci lirih.
Senada dengan sang suami, Warsih (60) membenarkan bahwa pihak keluarga sebenarnya sudah berupaya mengajukan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini, bantuan yang dinanti-nanti tersebut belum juga kunjung terealisasi.
Kekhawatiran Warsih kian memuncak mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia takut struktur rumahnya tidak akan bertahan lama dan ambruk sewaktu-waktu akibat pelapukan kayu yang terus-menerus terkena air hujan.
“Sudah hampir dua tahun mengajukan pembangunan Rutilahu, tapi belum juga direalisasi. Makanya kami sangat berharap kepada pemerintah agar segera membangun rumah kami. Takutnya kalau tahun ini tidak dibangun, rumah ini keburu roboh,” kata Warsih.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat pasutri ini tidak mampu berbuat banyak untuk merenovasi rumah secara mandiri. Sebagai buruh tani musiman di sawah, penghasilan yang mereka dapatkan jangankan untuk membeli material bangunan, untuk memenuhi kebutuhan pokok pun sering kali kekurangan.
“Maklum kami hanya buruh tani di sawah. Jangankan buat membangun rumah, untuk makan saja terkadang kami hanya bisa sekali sehari,” pungkas Warsih menahan sedih.
Warga Desa Kemiri kini berharap, jeritan hati pasutri lansia ini dapat segera didengar oleh Pemkab Karawang dan instansi terkait demi keselamatan serta kelayakan hidup mereka. (Red)


You may like

Pemkab Karawang Deklarasikan Gerakan ”Karawang AMAN”

Dampak Erupsi Krakatau, Bupati: Sekolah Tetap Tatap Muka

Pemkab Karawang Gelar Bazar UMKM

Membedah Simbol Politik Jalan Kaki Teh Alya: Pesan Efisiensi dan Kedekatan Akar Rumput

Dituduh Salah Tetapkan Denda, Yaspen di Cibuaya Mau Laporkan Oknum Pegawai PLN Karawang Ke Kementrian BUMN

Polresta Karawang Ungkap Kasus Penelantaran Bayi, Kedua Orangtua Diamankan
Pos-pos Terbaru
- Pemkab Karawang Deklarasikan Gerakan ”Karawang AMAN”
- Dampak Erupsi Krakatau, Bupati: Sekolah Tetap Tatap Muka
- Pemkab Karawang Gelar Bazar UMKM
- Membedah Simbol Politik Jalan Kaki Teh Alya: Pesan Efisiensi dan Kedekatan Akar Rumput
- Dituduh Salah Tetapkan Denda, Yaspen di Cibuaya Mau Laporkan Oknum Pegawai PLN Karawang Ke Kementrian BUMN





