Regional
DPMPTSP Karawang: Kemacetan Menuju Kawasan Industri Jadi Hambatan Dalam Pengembangan Investasi di Karawang
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Eka Sanatha mengungkapkan Kemacetan yang sering terjadi di akses menuju sejumlah kawasan industri di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi hambatan dalam pengembangan investasi di daerah tersebut.
Namun, Eka menyampaikan kalau kemacetan menuju kawasan industri harus segera ditangani.
“Seringnya terjadi kemacetan, khususnya di jalan menuju kawasan industri menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan. Kami sudah meminta ke BKPM agar disampaikan ke Kementrian PU agar kelas jalannya jadi jalan nasional,” kata Eka, Rabu (22/2/2023).
Ia menyampaikan, upaya yang diajukan Pemkab Karawang dalam menangani persoalan kemacetan di akses menuju kawasan industri ialah dengan meningkatkan kelas jalan, menjadi jalan nasional.
Eka mengatakan, kalau Pemkab Karawang sebenarnya sudah melakukan dukungan infrastruktur jalan dan jembatan. Namun itu belum cukup, karenanya jalan menuju kawasan industri harus diambil alih oleh pemerintah pusat atau pemerintah provinsi.
Menurutnya, Karawang memiliki banyak potensi agar investor menanamkan investasinya. Di antara potensi tersebut ialah masih banyaknya lahan industri di wilayah Karawang, luasnya mencapai 13.718 hektar dengan 13 kawasan industri.
“Kita juga memiliki infrastruktur pendukung investasi, mulai dari rencana bandara internasional II di Karawang sampai TOD kereta cepat,” katanya.
Eka menyampaikan, target investasi pada tahun 2022 mencapai Rp 29,8 triliun dan realisasinya mencapai Rp 37 triliun.
Kemudian pada tahun ini, atau tahun 2023, target investasi di Karawang mencapai Rp40 triliun.
“Untuk mencapai target investasi, kita mempermudah pelayanan perizinan, membuka mall pelayanan publik dengan pelayanan selama seminggu, tidak ada libur,” pungkasnya. (*)
You may like

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur
Pos-pos Terbaru
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!







