Connect with us

Regional

Diskanak Sumedang Perketat Masuknya Unggas dari Luar Daerah untuk Cegah Penyebaran Flu Burung

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memperketat pengawas dan memperketat pemeriksaan kesehatan unggas yang datang dari luar daerah.

Hal itu untuk mencegah penyebaran wabah flu burung yang saat ini sudah muncul di wilayah lain.

“Kita perketat pemeriksaan kesehatan unggas yang datang dari luar daerah, langkah ini untuk antisipasi penyebaran wabah flu burung,” kata Kepala Diskanak Kabupaten Sumedang Nandang Suparman dilansir Antara, Minggu (12/3/2023).

Nandang mengatakan, untuk upaya pencegahan tersebut, seluruh unggas yang datang dari luar daerah harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari daerah asalnya, kemudian dipastikan kembali oleh petugas dokter hewan di Sumedang.

“Kita siapkan petugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah atau UPTD, ada juga disiagakan dokter hewan untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan yang tidak hanya jenis unggas saja, tapi jenis ternak lainnya seperti sapi, dan domba juga diperiksa,” jelasnya.

Ia menyampaikan, selama ini di Kabupaten Sumedang tidak ditemukan adanya kasus flu burung menyerang unggas milik masyarakat.

Terkait adanya pemberitaan bahwa di Sumedang ada kasus kematian unggas akibat flu burung, kata dia, sudah diklarifikasi, dan dipastikan tidak ada kasus tersebut di Sumedang.

“Kasus flu burung di Sumedang sampai saat ini tidak ada, mudah-mudahan tidak ada (seterusnya),” bebernya.

Nandang menambahkan selama ini Kabupaten Sumedang sebagian besar kebutuhan ayam masih didatangkan dari luar kota seperti Bandung dan daerah sekitarnya.

Selain ayam, sambung dia, ada juga jenis bebek yang didatangkan dari luar kota, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kebutuhan ayam.

“Rata-rata kebutuhan ayam broiler, bebek terbatas hanya kelompok tertentu, dominan ayam broiler, dan untuk kebutuhan besar kebanyakan daging jadi, karena di kita belum ada rumah potong hewan,” tandasnya. (*)

Sumber: Antara

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement