Connect with us

Daerah

Dilarang di Sekolah, Terungkap Praktik Jual Beli Buku LKS Diduga Diarahkan ke Toko Buku Tertentu

Diposting

pada

Foto: Ilustrasi

KARAWANG – Praktik kasus jual beli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di Karawang pada awal ajaran baru kembali terjadi meski telah dilarang.

Bedanya, kali ini kegiatan tersebut tidak dilakukan di sekolah, tapi para siswa dan orang tua siswa membeli ke toko buku tertentu.

Meskipun sudah ada pelarangan praktek jual beli LKS sesuai surat edaran Disdikpora nomor 420/078/skret, perihal edaran larangan tahun ajaran baru.

Dari fakta di lapangan memang tidak ditemukan adanya sekolah yang menjual belikan LKS, namun membeli disebuah toko buku tertentu.

Saat dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Karawang, Asep Junaedi mengarahkan untuk menghubungi Kasubag Program, Herman.

“Dengan Kasubag programnya,” singkatnya.

Usai wartawan Infoka.id menghubungi Kasubag Program, Herman, sesuai perintah Kadisdik, belum juga mendapatkan tanggapan terkait praktek jual beli LKS melalui toko buku tertentu dan terkesan di “pimpong”.

Bahkan, Kasubag Program kembali mengarahkan untuk menghubungi Plt Kabid SD, Yani.

“Tinggal di kroscek ke bidang sesuai jenjang pendidikannya, untuk SD ke kabid SD. Untuk SMP ke kabid SMP. Kebetulan pltnya Yani,” katanya.

Saat dihubungi, Yani belum juga memberikan komentarnya kepada wartawan Infoka.

“Sebentar ya,” balasnya melalui pesan WA.

Sementara itu, Kasi Kurikulum Bidang SD, Mulyana Surya Atmaja mengungkapkan terkait aturan larangan jual beli LKS melalui sekolah namun pada kenyataannya melalui toko buku tertentu, pihaknya mengakui tengah dibahas.

“Iya kan kataku juga masih dibahas. Tak mungkin kita melarang toko buku jualan. Perlu pembahasan dan kelegowoan lebih mendalam. Izin off dulu ya saya masih mengurusi SK Penugasan Bupati, Nuhun,” ucapnya melalui pesan WA. (red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement