Regional
Demusi Aksi Damai Apresiasi Keberanian Kejati Sumsel
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
PALEMBANG – Bagaimanapun korupsi adalah musuh bersama segenap anak bangsa untuk supremasi hukum yang berdaulat.
Menyangkut hal itu Dewan Pimpinan Pusat Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Edward Jaya melakukan aksi damai Apresiasi atas Keberanian Kejati Sumsel dalam Menegakkan Supremasi Hukum atas Pengusutan Korupsi Terbesar di Sumsel diantaranya Indikasi Korupsi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) dan Pengusutan Kasus Panjang Korupsi Masjid Sriwijaya di Jakabaring yang digadang-gadang menjadi Masjid terbesar di Asia Tenggara.
Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Lapangan Yan Coga, orator Abdul Gopar dan Ing Suardi bersama Ivan, Reza Hadi, Muh.Hadi, Firmansyah, Muh.Iqbal dan rombongan lainnya yang disambut langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman beserta stafnya didepan Gedung Kantor Kejati Sumsel Jalan Gubernur H Bastari, 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa (30/3/2021).
“Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan telah menetapkan dua tersangka dalam pengungkapan kasus yang diprediksikan merugikan negara hingga Rp 130 miliar. Summum Ius Summa Injuria, kepastian hukum yang tertinggi, adalah ketidakadilan yang tertinggi, Ius Curia Novit berarti hakim dianggap mengetahui hukum. Artinya, tidak boleh menolak mengadili dan memutus perkara yang diajukan kepadanya, dengan alasan tidak ada hukumnya karena ia dianggap mengetahui hukum. Babat habis semua yang terkait, kami dari Pemuda Sumsel mendukung penuh dan apresiasi tinggi untuk Kejati Sumsel, semoga tidak sampai di titik ini saja,” tegas Abdul Gopar.
Sementara itu Yan Coga memaparkan bahwa hukum adalah panglima tertinggi dalam menegakkan keadilan terutama hukum pidana korupsi dalam mewujudkan Indonesia Maju.
“Berdasarkan penilaian kami dari DPP Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) Sumatera Selatan, Kejati Sumsel sudah dan dalam menjalankan amanat terutama dalam mengusut kasus-kasus korupsi terbesar di Sumsel yang terjadi di PDPDE dan korupsi Masjid Sriwijaya di Jakabaring,” katanya.
Lanjutnya, masyarakat terus mengamati setiap langkah hukum dan mengapresiasi Kejati Sumsel atas kesigapan dan keberanian dalam menetapkan para tersangka dan mengusut tuntas kasus ini.
“Upaya pengusutan ini sudah disuarakan nya sampai ke tingkat pusat, seperti aksi demonstrasi dua kali di Kejati RI, dua kali di KPK,sekali di Istana Presiden dan sekali di istana Wakil Presiden dan alhamdulilah saat ini baru direspon oleh para penegak hukum yang berwenang, terutama Kejati Sumsel. Trofi pemberian dari Demusi ini adalah simbolis atas prestasi yang memang patut diapresiasi oleh masyarakat yang mengharapkan hukum benar-benar hadir terutama ditengah himpitan ekonomi lantas pandemi Covid-19 saat ini,” tambah Edward.
Ditempat yang sama Ing Suardi mengapresiasi Kejaksaan tinggi (Kajati) di Sumatera Selatan yang berani mengusut kasus korupsi terbesar.
“Nah ini patut diberi suport, justru kami beri penghargaan selaku masyarakat sumsel,” terang Ing Suardi.
Aksi ini berlangsung tertib, kondusif dan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19 dan DPP Demusi juga berharap semoga semua deretan kasus hukum di Bumi Sriwijaya terus diungkap sampai ke akar-akarnya. (sya)

You may like

Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel

BONGKAR BOROK PENGUASA! Laskar Sumsel Siap Lumpuhkan Kantor Gubernur, Serukan Perang Terbuka Lawan Korupsi dan Pejabat Arogan!

DIBEKUK! Tim Macan Bukit Tak Beri Ampun, Spesialis Curanmor di IB I Langsung Dicokok!

GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!

Soroti Kinerja Bapenda Palembang, Ketua Fraksi Golkar: “Rumah Kita Harus Bersih Dulu”

Diberondong 4 Peluru di Sela Sengketa Lahan, Begini Detik-detik Mencekam Penangkapan Pelaku di Riau!
Pos-pos Terbaru
- Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji
- DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
- Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027
- PHE ONWJ Pasok 92 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Desa Kekeringan di Karawang
- Tegaskan Semua Layanan Gratis, Disnakertrans Karawang Ajak Warga Manfaatkan Fasilitas Resmi







