Connect with us

Daerah

Bikin Onar, Preman Kampung Dikeroyok Warga Tasikmalaya Hingga Tewas

Diposting

pada

INFOKA.ID – Seorang preman kampung tewas dikeroyok massa di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwa tragis yang dialami korban US (50), warga Kecamatan Cikalong, Tasikmalaya itu terjadi Senin (29/11/2021) malam.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dokter Soekardjo untuk dilakukan autopsi.

Polisi pun mengamankan sebanyak 35 orang yang diduga ikut mengeroyok hingga korban tewas.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti lainnya, akhirnya lima orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni P (31), S (21), S (54), MI (34) dan M (54). Kelima orang tersebut, terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan nyawa seorang meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD dr Soekardjo.

Semuanya merupakan warga Kampung Bantarpari, Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Rimsyahtono mengatakan, penganiayaan yang dilakukan 35 orang tersebut terjadi karena korban berbuat onar ketika mengetahui pujaan hatinya tidak ada di rumah ketika akan diapeli.

Ketika itu teman perempuan yang dicarinya tidak ada di rumah dan menuduh warga sengaja menyembunyikannya.

“Hingga akhirnya korban menganiaya seorang anggota linmas dan mengancam akan membakar rumah teman perempuanya itu,” kata Dian, Kamis (2/12/2021).

Di saat itulah korban malah berteriak-teriak dan membangunkan warga yang sedang istirahat. Dia pun tidak bisa ditenangkan, malah menantang warga yang mencoba menenangkannya.

Warga yang sudah berkumpul cukup banyak itu pun terpancing emosi hingga tanpa komando mereka serempak menyerangnya hingga tewas di tempat kejadian.

Sebelumnya, US, 50, warga Barengkok, Desa Panyiaran, Kabupaten Tasikmalaya, tewas dikeroyok 35 orang warga Desa Sindangjaya, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat usai korban menganiaya seorang pemuda dan hansip.

Kejadian tersebut, terjadi karena korban berbuat onar saat mengetahui pujaan hatinya tidak ada di rumah ketika akan diapeli.

Namun, korban telah membuat kegaduhan dilakukan dengan berteriak hingga sempat mengancam akan membakar rumah.

“Berdasarkan informasi kejadian itu berawal dari US, diduga sedang dalam pengaruh miras mendatangi kampung Bantarpari dan mencari rumah Sunarti, seorang janda yang disukainya. Namun, tidak mengetahui secara persis lokasi rumahnya hingga kemudian bertanya kepada seorang pemuda bernama Topa dan langsung diantar sampai ke rumahnya,” kata Rimsyahtono. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement