Regional
Transparansi Program CSR, Ghazali Center Belum Juga Dapat Balasan
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Manajemen dan HRD perusahaan PT Monokem Surya hingga kini belum juga memberikan balasan ataupun klarifikasi secara tertulis atas surat laporan terkait dengan pengaduan masyarakat tentang transparansi program CSR yang secara resmi telah dilayangkan oleh lembaga Riset dan Kajian Ghazali Center satu pekan sebelumnya.
Bahkan, pihak PT Monokem Surya hanya dapat memberikan ruang pertemuan bagi sekelompok pemuda dari lingkungan setenpat dalam jumlah yang cukup terbatas terkait dengan transparansi penyaluran program corporate sosial reaponsibility (CSR).
Meski demikian, manajemen perusahaan telah melalukan konferensi pers di ruang publik untuk dapat menjawab terkait desakan transparansi program CSR dari sekelompok pemuda lingkungan setempat sekaligus tentang pengaduan masyarakat yang resmi telah dilayangkan oleh lembaga riset dan kajian Ghazali Center beberapa hari lalu.
PT Monokem Surya telah disebut-sebut sejumlah aparatur lembaga pemerintahan desa setempat sebagai bagian dari donatur kegiatan swadaya Pemerintah Desa Amansari Kacamatan Rengasdengklok, Karawang.
Meski demikian, upaya dari pihak PT Monokem Surya tampak masih belum cukup untuk dapat menutupi raut wajah kekecewaan dari sekelompok pemuda lingkungan setempat yang sebelumnya menuntut agar pelaksanaan program CSR dapat dipaparkan secara transparan dan juga mendetail.
Menurut Ketua Lembaga Riset dan Kajian Ghazali Center terkait dengan respon dari PT Monokem Surya terhadap pengaduan masyarakat yang sebelumnya telah dilayangkan melalui surat tertulis malahan dipersepsikan sebagai hoaks, hingga sempat mengancam akan menempuh jalur hukum.
“Kita buktikan saja siapa yang memberikan keterangan Hoak di ruang publik. Lembaga kami ataukah humas PT Monoken surya. Faktanya, ada salah satu bentuk komitmen dari pihak manajemen perusahaan dengan DLHK akan segera mendirikan dan juga membangun gudang khusus penyimpanan bahan baku produksi agar terjamin dan terlindung dari guyuran air hujan belum juga dilaksanakan. Kita bisa lihat laporan dari pihak manajemen dengan fakta dilapangan,” ungkap Lili Gozali.
Sementara, sambung Dia, upaya perusahaan PT Monokem Surya merespon desakan sekelompok pemuda lingkungan setempat dikhawatirkan justru bakalan mengundang gerakan aksi lanjutan yang dapat menimbulkan kerugian besar pada aktifitas kegiatan di dalam area perusahaan.
Selanjutnya, tim Lembaga Riset dan Kajian Ghazali Center akan berupaya menempuh jalur hukum di Pengadilan untuk mendapatkan pembuktian laporan masyarakat yang justru dituding sebagai keterangan hoaks.
“Kita siapkan data-datanya terlebih dulu dari mulai pendirian, perpidahan, perijinan awal maupun UKL UPL sesuai tahun pertama berdiri di Rengasdengklok seiring dilahirkannya Peraturan RTRW oleh Pemda Kabupaten Karawang. Kita akan laporkan dinas-dinas yang terkait jika memang pendirian awal hingga perijinan perusahaan berjalan hingga kini berproduksi diluar zona kawasan ternyata tidak sesuai aturannya,” tegasnya. (sgt)

You may like

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta
Pos-pos Terbaru
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!






