Nasional
Presiden Jokowi: Masyarakat Jangan Mau Diadu Domba karena Pemilu
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat agar tidak mudah diadu domba karena perbedaan pilihan dalam Pemilu 2024.
Presiden Jokowi mengingatkan sesama masyarakat agar jangan saling menghina dan saling menjelekkan yang berujung pada perpecahan.
“Tidak boleh saling menjelekkan, sesama tetangga tidak saling sapa, tidak boleh. Sesama warga berkelahi, juga tidak boleh, jangan mau kita diadu domba seperti itu, dibentukan, dipecah belah seperti itu,” ujar Presiden dalam keterangannya, Sabtu (20/1/2024).
Jokowi mengatakan, proses Pemilu 2024 tentu sangat penting dan menentukan. Tetapi ia tidak ingin, hanya karena ada perbedaan pilihan, masyarakat jadi saling hujat antara satu sama lain.
Karena menurutnya, yang terpenting dan terutama adalah keutuhan dan persatuan bangsa. Kerukunan antar masyarakat sangat penting untuk dijaga.
Jokowi juga mengajak seluruh pihak untuk menguatkan tali silaturahmi agar situasi tetap dingin dan sejuk. Dan ia yakin, Muslimat NU paling mahir dan juara dalam memelihara kerukunan dan silaturahmi antar masyarakat. (*)

You may like

Presiden Jokowi Berkantor Selama 40 Hari di IKN hingga 19 Oktober

Harga Obat di Indonesia Mahal 400%, Ini Arahan Jokowi ke Kepala BPOM

Jokowi Akan Reshuffle Kabinet Hari Ini

Pertama Kali, Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT Ke-79 RI di IKN

Regulasi Investasi di OIKN Rampung, Pemerintah Kebut Tarik Investor Asing

Jokowi: Pilkada 2024 Bakal Berjalan Lancar dan Adil
Pos-pos Terbaru
- Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
- Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD
- Aksi Nyata untuk Bumi, Alfamidi Operasikan 49 PLTS dan Efisiensi 2,2 Juta Lembar Kertas
- Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
- ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional






