Connect with us

Regional

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini

Published

on

KARAWANG – KUA Telagasari Kabupaten Karawang kembali menggelar Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah (Brus) ke 2 tahun 2026. Kali ini, sebanyak 40 siswi SMA IT Insan Harapan Dusun Sindang Palay Jalan Pasirkonci RT 14/03 Desa Pasirmukti di sasar dalam bimbingan yang juga menghadirkan dokter Puskesmas Telagasari dan Penyuluh Satpel KB.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Telagasari Hery Fadlani S.Sos mengatakan, dalam regulasi Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 16 Tahun 2019, tertuang klausul yang menyatakan bahwa usia pernikahan paling rendah 19 tahun bagi calon mempelai pria maupun wanita. Aturan ini memungkinkan masih maraknya siswa/siswi yang berpotensi juga melangsungkan pernikahan kurang dari usia tersebut, terlepas alasan adat kebiasaan, maupun hal lain, yang jelas dampak dari pernikahan usia dini ini cakupannya cukup luas. Karena, secara psikologis, usia kurang dari 19 tahun diangkap masih kurang matang dan siap berumah tangga, efeknya potensi ekonomi yang lemah, potensi kesehatan calon anak (stunting), hingga produktivitas usia setidaknya terdampak dan beda dengan teman sebaya pada umumnya. Untuk itu, pentingnya Brus ini salah satunya adalah mendorong wawasan siswa, agar mematangkan kesehatan, usia dan spiritual sebelum pernikahan, sehingga tujuan nikah agar sakinah bisa tergapai.
“Secara umur, kurang dari 19 tahun dianggap masih kurang matang dari sisi reproduksi, mental, kesehatan dan ekonomi. Maka dari itu, ayo jaga usia remaja kita dengan prestasi dan kematangan sikap yang lebih dewasa, ” Katanya, Rabu (28/10/2026).

Anwar Mu’ti S.T, M.Pd mengapresiasi kegiatan Brus yang menyasar siswinya. Bimbingan ini diakuinya penting, sebagai tambahan wawasan para siswa agar mengetahui ancaman, bahaya dan potensi negatif pernikahan di usia dini maupun kesiapannya secara mental dan fisik. Bahkan, dari sisi kesehatannya juga jadi bahasan dalam Brus KUA Telagasari ini dengan menghadirkan pemateri langsung dari Puskesmas Telagasari maupun Penyuluh KB soal ancaman stunting.
“Ia berharap, kegiatan semacam ini di replikasi terus menjadi edukasi tahunan bagi siswa kelas XII menjelang lulus, sehingga pengetahuannya soal pernikahan kedepan menjadi benteng persiapan dan kematangannya, ” Ujarnya.

Selain di bimbing oleh penyuluh agama KUA Telagasari terkait nilai spiritual dan pendekatan keagamaan, Brus di SMA IT Insan Harapan ini juga di bimbing langsung dokter puskemas maupun penyuluh Satpel KB.(rls)