Regional
1.598 Mahasiswa UNSIKA KKN, Fokus “Inovasi Hijau & Transformasi Digital”
Published
8 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Sebanyak 1.598 mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap Tahun Akademik 2025–2026. Ribuan mahasiswa tersebut akan mengabdi di tiga kabupaten, yakni Karawang, Purwakarta, dan Bekasi, yang tersebar di 100 desa.
Dari tiga wilayah tersebut, Kabupaten Purwakarta menjadi lokasi terbanyak dengan cakupan 50 desa di tujuh kecamatan. Sementara Kabupaten Karawang meliputi 37 desa di empat kecamatan, dan Kabupaten Bekasi mencakup 13 desa di dua kecamatan.
Tema KKN UNSIKA tahun ini mengusung “Akselerasi Inovasi Hijau dan Transformasi Digital Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan.” Tema tersebut selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendintisaintek) melalui semangat Diktisaintek berdampak dan kampus berdampak.
Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UNSIKA, Yayat Hendayana, S.S., M.Simenegaskan bahwa mahasiswa KKN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa.
“Yang kami tekankan adalah KKN harus berdampak. Selain Diktisaintek berdampak, UNSIKA juga harus berdampak. Itu bisa diwujudkan melalui bantuan pelaksanaan program dan kegiatan yang ada di desa,” ujar Yayat, Senin (29/12/2025).
Selain kontribusi program, UNSIKA juga menekankan aspek keamanan, kesehatan, dan hubungan sosial mahasiswa selama KKN. Pasalnya, para mahasiswa akan tinggal dan terlibat langsung di tengah masyarakat selama sekitar 35 hari.
Pelaksanaan KKN melibatkan mahasiswa lintas fakultas di UNSIKA. Setiap kelompok yang berisi mahasiswa dari berbagai fakultas diminta untuk menyusun program kerja berbasis kebutuhan desa melalui koordinasi dengan kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa.
“Mahasiswa harus menganalisis masalah terlebih dahulu, lalu mencari solusi bersama masyarakat. Misalnya di bidang pertanian saat musim hujan, bagaimana penanganan sawah terendam atau bagaimana cara menggunakan alat inovasi pertanian dengan bahasa yang mudah dipahami petani,” jelasnya.
Yayat menegaskan, KKN ideal bukan sekadar formalitas apalagi ajang liburan.
“KKN harus benar-benar berdampak dan menjadi sarana mahasiswa mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” katanya.
Yayat juga berharap hubungan mahasiswa dengan masyarakat tidak terputus setelah KKN selesai.
“Kami ingin komunikasi tetap terjalin. Ketika masyarakat masih membutuhkan, mahasiswa diharapkan tetap bisa membantu meski sudah kembali ke kampus,” pungkasnya.(red)


You may like

Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan

Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
Pos-pos Terbaru
- Bukan Sekadar Seremonial, Gebyar Merdeka 2026 Sulap Ikon Palembang Jadi Panggung Seni Akbar
- Polresta Karawang Gelar Lomba Polisi Cilik dan Ketangkasan Baris-Berbaris Tingkat SD-SMA
- Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara
- Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan






