Connect with us

Regional

Waspada! 315 Warga Indramayu Terjangkit DBD, 4 Orang Meninggal Dunia

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu mengungkapkan ada sebanyak 315 kasus demam berdarah dengue (DBD) sampai Oktober 2022.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Indramayu, wilayah Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu menyumbang angka penularan cukup tinggi. Dari data itu, 4 orang terjangkit DBD meninggal dunia. Terjadi di bulan Januari, Maret dan bulan September lalu.

“Sampai Oktober ini ada 315 kasus. Kecamatan Indramayu urutan pertama 56 kasus, disusul Kecamatan Sindang 19 kasus, dan Kecamatan Balongan 17 kasus,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Indramayu, Dede Setiawan, Selasa (22/11/2022).

Dede menjelaskan, tingginya mobilitas masyarakat bisa jadi faktor tertularnya demam berdarah. Daerah singgah bisa dimungkinkan salah satu endemik nyamuk Aedes Aegypti yang menularkan DBD.

Selain itu, pola hidup masyarakat juga sangat berpengaruh pada penularan DBD. Sebab, lingkungan kumuh bisa meningkatkan kembangbiak nyamuk Aedes Aegypti.

“Temuan kasus yang tinggi karena pertama petugas aktif yang mempengaruhi surveilans DBD. Kalau mobilitas tinggi penyakit menular bisa tinggi. Jadi sakitnya dimana jadi mempengaruhi,” ujar Dede.

Tingginya angka kasus ini harus menjadi kewaspadaan bagi masyarakat. Meski secara hitungan incidence rate, Indramayu masih di bawah rata-rata nasional. “Kita ada di angka 17,99 per 100 ribu penduduk, masih di bawah angka toleransi,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, temuns kasus tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Desember 2021, petugas mencatat ada 193 kasus DBD. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement