Nasional
Wapres Minta Keberhasilan Sejumlah Kabupaten Turunkan Stunting Bisa Direplikasi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta keberhasilan sejumlah kabupaten dalam menurunkan angka stunting dengan cukup tinggi direplikasi atau menjadi contoh bagi daerah lain.
“Jadi, ada beberapa kabupaten yang luar biasa tinggi (penurunan stunting) yang mestinya kita jadikan model ya, kita replikasi,” kata Wapres dalam Rapat Tingkat Menteri untuk Percepatan Penurunan Stunting (PPS) Triwulan I Tahun Anggaran 2023, di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (25/5/2023), dilansir dari Antara.
Ia mengatakan beberapa kabupaten yang mampu menurunkan angka stunting cukup tinggi antara lain Kabupaten Pidie (11,5 persen), Nagan Raya (13,8 persen), Mandailing Natal (13,5 persen), Simalungun (10,6 persen), Langkat (12,9 persen), Fakfak (10 persen), Nias Barat (11 persen), Lampung Selatan (15,9 persen), dan Solok (15,9 persen).
“Ada juga wilayah-wilayah yang penurunan lumayan yaitu Sumatra Selatan enam persen, Kalimantan Selatan enam persen, dan Kalimantan Utara lima persen,” katanya.
Sementara bagi daerah-daerah yang angka stuntingnya justru meningkat, seperti Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Timur (Kaltim), Wapres meminta ada perhatian khusus.
“Ini mungkin perlu perhatian khusus,” ujarnya.
Lebih jauh Wapres menekankan pentingnya alokasi anggaran secara tepat sasaran bagi program percepatan penurunan stunting agar target angka stunting 14 persen tahun 2024 tercapai.
“Karena ini masalah prioritas dan Presiden sendiri sudah bilang bahwa 14 persen. Jadi, ini harus dicapai. Karena itu dengan segala cara, salah satunya adalah anggarannya harus tepat sasaran,” tegasnya.
Selain itu Wapres mendorong upaya pelibatan peran swasta dalam percepatan penurunan stunting.
“Dari laporannya Pak Menko (PMK), banyak daerah tambang dan perkebunan yang relatif banyak pengusaha kaya di situ, tapi stuntingnya tinggi. Harus ada langkah-langkah selain yang sudah ditempuh. Kalau perlu Presiden yang memberikan imbauan karena waktunya kan cuma 2 tahun. Harus ada short cut,” jelasnya.
Pemerintah terus berupaya menurunkan prevalensi stunting sesuai target ke angka 14 persen pada 2024.
Tercatat angka stunting pada 2022 sebesar 21,6 persen. Artinya pemerintah perlu menurunkan angka stunting setidaknya sebesar 7,6 persen dalam waktu kurang dari dua tahun ini. (*)
Sumber: Antara

You may like

Alfamidi Salurkan Bantuan Stunting Tahap 2 di Kecamatan Karawang Barat

Rembug Stunting se-Kecamatan Cipongkor, Polsek Sindangkerta Dukung Program Pemerintah dan Pelaksanaannya

KKN Desa Baturaden UBP Karawang Sosialisasikan Manfaat Daun Kelor Cegah Stunting

Upaya Tanggulangi Stunting, Mahasiswa KKN UBP Karawang Berpartisipasi Dalam Program Pangan Sehat Desa Balonggandu

Pemerintah: Fenomena Judi Online Sudah Darurat

Kader Posyandu di Purwasari Ini Berjuang Tekan Angka Stunting di Karawang
Pos-pos Terbaru
- Tim SAR Temukan Jasad Diduga ODGJ yang Tenggelam di Jembatan BTT Karawang
- Sambut Laga PSM kontra Persib, Kapolres Karawang ajak Suporter jaga kondusivitas dan hindari euforia berlebihan
- Sinergi Ketahanan Pangan, Polres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Bersama Petani Pangkalan
- Berkedok Warung Sembako dan Konter Pulsa, Jaringan Obat Keras di Karawang Digulung Polisi, 16.590 Butir Disita!
- Kapolres Karawang Sambangi Jemaah Masjid Baitul Falihin Demi Jaga Kamtimbas di wilayah hukum Polres Karawang







