Connect with us

Nasional

Wapres Berharap Pesantren Bisa Lindungi Masyarakat Dari Radikalisme

Published

on

INFOKA.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap pesantren dapat melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman radikalisme.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf dalam seminar daring peringatan Hari Santri Nasional yang digelar Universitas Brawijaya, Selasa (10/11/2020).

Sebab sebagai pusat pendidikan, kata dia, pesantren umumnya telah memberikan bekal kepada para santri tentang pemahaman keagamaan yang moderat.

“Dengan demikian, pesantren menjadi pusat pengembangan paham keagamaan yang moderat dan mampu menangkal serta melindungi masyarakat secara luas dari ancaman radikalisme terutama generasi muda,” kata Ma’ruf Amin, dilansir dari Kompas.com.

Ma’ruf mengatakan, literasi yang diajarkan di pesantren merupakan kitab-kitab klasik dan modern yang berpandangan moderat.

Oleh karena itu, pesantren pun diharapkan mampu melindungi masyarakat dari ancaman radikalisme tersebut.

Apalagi, kata dia, saat ini masih banyak negara-negara di dunia yang memandang Islam dengan persepsi yang buruk akibat maraknya paham radikalisme.

Kondisi tersebut dinilainya menjadi tantangan bersama umat Islam yang harus dihadapi.

“Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, kita memiliki tanggung jawab bersama menyerukan dan menjelaskan ajaran Islam yang sesungguhnya, yaitu ajaran Islam yang rahmatan lil aalamin,” kata dia.

“Dalam hal ini pesantren harus mampu mengambil peran yang signifikan,” ucap dia.
Melihat sejarahnya, kata dia, pesantren merupakan lembaga yang didirikan masyarakat, lahir secara mandiri dan sudah terbentuk sejak ratusan tahun lalu, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Pesantren juga memiliki jaringan yang luas. Saat ini terdapat lebih dari 28.000 pesantren dengan jumlah santri lebih dari 18 juta.

“Jumlah yang sedemikian besar tentu dapat menjadi agen perubahan baik melalui bidang pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan masyarakat,” kata Ma’ruf.

“Pesantren sebagai tempat belajar sekaligus tempat pembinaan karakter diharapkan dapat menyampaikan lebih banyak narasi tentang toleransi atau kerukunan, sikap cinta kepada sesama, termasuk nasionalisme, patriotisme dan bela negara,” ucap dia. (*)

Sumber: Kompas.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement