Connect with us

Nasional

Wapres Berharap Mudik Lebaran Dapat Tingkatkan Perekonomian Daerah

Published

on

INFOKA.ID – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap kegiatan mudik Lebaran kali ini dapat memberikan perbedaan positif, salahsatunya dapat meningkatkan perekonomian di daerah.

“Secara ekonomi itu kita harapkan ada dampaknya, yaitu bergeraknya ekonomi di daerah,” ujar Wapres, Jumat (14/4/2023).

Dirinya menyebutkan keberadaan masyarakat di kampung halaman akan memberikan dampak pada peningkatan perekonomian di daerah, khususnya melalui aktivitas perbelanjaan.

“Mereka akan berbelanja di daerah, hidup di daerah, ini akan menimbulkan peningkatan ekonomi daerah. Itu saya kira dampaknya,” jelasnya.

Ia mengatakan, perekonomian daerah akan meningkat secara signifikan karena diperkirakan sejumlah 123 juta jiwa akan melakukan mudik lebaran di tahun ini, maka bisa berdampak positif bagi perekonomian daerah.

“Diperkirakan 130 juta orang mudik. Sehingga akan terjadi pergerakan dari kota-kota ke daerah. Karena kalau 130 juta bergerak kembali ke daerah, membeli makanan di daerah, belanja di daerah, maka roda ekonomi daerah akan bergerak naik,” ujarnya.

Ia pun menyambut baik antusiasme masyarakat untuk dapat kembali melaksanakan mudik Lebaran. Dia meminta masyarakat agar dapat memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya.

“Tentu masyarakat sangat senang karena sudah dua tahun lebih, hampir tiga tahun tidak bisa mudik. Oleh karena itu, kesempatan ini digunakan mudik,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan memprediksi ada peningkatan mobilisasi masyarakat pada arus Lebaran mencapai 47 persen dari tahun lalu.

Kemenhub memprediksi akan ada 123 juta orang yang mudik pada Lebaran tahun 2023. Sedangkan khusus di Jabodetabek, kenaikan pemudik diprediksi naik 4 juta atau 27 persen pemudik dari semula 14 juta ke 18 juta.

Kemudian berdasarkan riset lonjakan pemudik tahun ini, ada sebanyak 22 persen akan menggunakan kendaraan mobil pribadi, dan 20 persen sepeda motor. Sisanya memanfaatkan transportasi massal seperti bus, kereta api, pesawat dan kapal. (*)