Regional
Wagub Jabar Tindak Lanjuti Tuntutan Honorer Soal Pengangkatan PPPK
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memastikan pihaknya telah menindaklanjuti tuntutan para honorer di Jawa Barat agar dapat diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) bagian dari aparatur sipil negara (ASN).
Uu meminta lembaga pemerintah, perangkat daerah atau dinas maupun pemerintah daerah untuk tidak merekrut lagi honorer saat ini.
Uu menegaskan, betapa pentingnya kontribusi honorer terhadap roda pemerintahan yang saat ini berjalan, karena dengan jumlah PNS yang ada akan sulit menangani pekerjaan secara keseluruhan.
Uu yang ditugaskan Gubernur Jabar Ridwan Kamil untuk menyampaikan aspirasi honorer ke pemerintah pusat, kementerian PAN-RB itu menginstruksikan beberapa poin untuk dapat dilaksanakan pihak-pihak yang memanfaatkan sumber daya honorer.
“Saya sebagai pimpinan harus memperjuangkan masyarakat yang dipimpin. Kami harus membelakangkan kepentingan pribadi. Saat ini banyak honorer yang ngeluh, saya ditugaskan Pak Gubernur ke pusat dan alhamdulillah diterima dengan baik,” ujar Uu dilansir seperti Pikiran-rakyat.com, Selasa (9/8/2022).
Yang kedua, honorer jangan gundah gulana karena mereka akan jadi PPPK asal memenuhi persyaratan dan memenuhi formasi.
“Ada penafsiran yang salah bukan berarti honorer diberhentikan tapi akan diubah jadi PPPK, jadi hal itu membuat tenang (honorer) sehingga mereka kerja baik, tapi tetap harus memenuhi syarat,” ucapnya.
Yang ketiga, Uu menjelaskan kelembagaan diminta mendaftarkan honorer agar mendapatkan jaminan kesehatan dan jaminan lainnya.
Hal tersebut berlaku untuk honorer guru dan juga honorer di semua bidang atau disiplin kegiatan lainnya.
“Jangan apriori, jangan diam karena kita kalau tidak dibantu sama honer ya bahaya,”ucapnya.
Uu mencontohkan, salah satu sekolah misalnya saat ini terdiri dari 72 pegawai, PNS-nya hanya 30 orang dan sisanya 42 orang adalah honorer.
Tidak hanya itu. Kasus serupa pun terjadi di rumah sakit dan juga puskesmas. Kondisinya sama, jumlah tenaga honorer lebih banyak daripada tenaga PNS.
“Tapi saya minta ke pejabat, bupati, wali kota, tidak boleh terima honorer lagi, kalau masih terima nanti enggak habis-habis lagi (honorernya),” kata Uu.
Sebelumnya, aksi damai dilakukan ribuan honorer tenaga kesehatan dan nontenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) milik pemerintah di seluruh Jawa Barat di Gedung Sate Jumat 5 Agustus 2022. Mereka meminta agar diangkat menjadi PNS.(*)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com

You may like

Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor

Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan

Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI

Srikandi PLN Bersama YBM PLN UP3 Karawang Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat

Bareng DMI Kecamatan, KUA Telagasari Sosialisasikan Pentingnya ID Masjid Bagi Semua DKM
Pos-pos Terbaru
- May Day 2026: Polres Karawang Pastikan Keberangkatan Buruh ke Monas dan DPR Berjalan Aman
- Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan
- Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI







