Connect with us

Regional

Viral! Video Asusila Pelajar Gegerkan Warga Tasikmalaya

Published

on

INFOKA.ID – Video aksi asusila sepasang pelajar di Kabupaten Tasikmalaya viral di Whatsapp Grup. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Tasikmalaya melakukan investigasi.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan pelaku yang terekam video masih duduk di Bangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah menengah pertama (SMP).

“Memang betul kami dapati bahwa video viral, kami dalami dan investigasi terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Bahwa pemerannya masih anak anak usia Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam waktu dekat akan kami panggil para pihak yang terlibat. Kami lakukan edukasi,” ucap Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto seperti dilansir dari Detikcom, Rabu (03/03/21).

Baca juga: Gagal Menyalip, Pengendara Motor di Bekasi Tewas Seketika Terlindas Truk Sampah

Lokasi yang digunakan merupakan areal Kantor Desa yang berada satu komplek dengan Sekolah dan gedung PPK. Dipastikan pengambilan Video dilakukan siang hari. Diketahui, kedua anak ini beradegan layaknya orang dewasa sambil senderan di dinding bangunan. Sementara, seorang temannya menunggu dengan duduk di atas motor.

“Dalam investigasi ditemukan perbuatan ini dilakukan di areal Desa ada gedung PPK, sekolah dan dilakukan siang hari. Sementara pengambilan video oleh orang lain. Sudah kami temukan dan akan dipanggil,” kata Ato.

Tindakan asusila pelajar ini disinyalir terjadi akibat minim pengawasan orang tua serta faktor belajar daring. Siswa lebih leluasa menggunakan gadget dengan alasan belajar daring.

“Ada korelasi ini dengan masa Pandemi Covid 19. Hari ini anak lebih leluasa memegang gadget ini bisa jadi salah satu pemicu,” tambah Ato.

Baca juga: Virus Corona Varian Baru Ditemukan di Karawang!

Bahkan Data KPAID Kabupaten Tasikmalaya tindak Kekerasan dan asusila setahun pandemi Covid-19 sangat tinggi. Angkanya terjadi 152 kasus dengan 80 persenya tindakan asusila.

“Pertama masapandemi tindak kekerasan di KabupatenTasikmalaya meningkat signifikan. Melibatkan 152 orang anak di tahun 2020. Delapan puluhpersenya a susila dan ini membuat kita prihatin,” pungkas Ato. (*)

Sumber: Detikcom

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement