Connect with us

Regional

Tebing Setinggi 70 Meter Longsor, Timpa Dua Desa di Garut

Published

on

INFOKA.ID – Bencana longsor menimpa Desa Cibokor dan Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, pada Jumat (4/6/2021). Longsor terjadi diduga disebabkan intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan tebing setinggi 70 meter mengalami pergerakan.

Akibat bencana longsor tersebut lima rumah rata dengan tanah, sementara 12 bangunan lainnya rusak sedang, serta ratusan rumah rusak ringan.

Pemerintah setempat pun langsung mengungsikan ratusan kepala keluarga ke lokasi aman lantaran khawatir terjadi longsor susulan di kawasan tersebut.

Camat Cibeber, Ali Akbar mengatakan, longsor yang terjadi setelah hujan turun deras dengan intensitas lama.

“Longsor tebing melanda dua desa, Cibokor dan Girimulya,” kata Ali, dikutip dari Antara.

Hujan yang terjadi sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari, menyebabkan tebing setinggi 70 meter di belakang perkampungan warga mengalami pergerakan dan longsor.

“Hujan turun deras sejak sore hingga dini hari menjadi penyebab terjadinya longsor tebing yang labil,” jelasnya.

Beruntung, longsor tersebut tidak sampai memakan korban jiwa.

“Tidak ada korban jiwa hanya tiga orang warga mengalami luka akibat terkena material longsor,” katanya.

Akibat longsor yang melanda dua desa itu, aparat mengungsikan 220 kepala keluarga dari kedua desa, sebagai upaya antisipasi terjadinya longsor susulan yang dapat setiap saat terjadi. Mereka diungsikan ke sejumlah tempat yang dinilai aman dari longsor.

Menjelang siang, warga yang rumahnya rusak ringan, sudah kembali untuk membersihkan material longsor berupa lumpur dan batu.

Namun pihaknya tetap mengimbau jika hujan kembali turun, warga kembali ke pengungsian untuk menghindari korban jiwa.

“Saat ini, ratusan kepala keluarga yang rumahnya rusak ringan, sudah mulai membersihkan rumah dari material yang terbawa longsor. Namun mereka diimbau tetap waspada dan kembali ke pengungsian jika hujan kembali turun,” katanya.

Tidak hanya merusak rumah warga di dua desa, longsor juga menyebabkan jalan penghubung antardesa terputus amblas terbawa longsor, sehingga akses jalan menuju perkampungan dan antardesa tidak dapat dilalui kendaraan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan dinas terkait di Pemkab Cianjur, untuk segera melakukan penanganan terutama jalan yang putus, agar dapat dilalui kembali, sehingga warga tidak sampai terisolir,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement