Connect with us

Regional

Status Banjir di Indramayu Dinaikkan Jadi Darurat

Published

on

INFOKA.ID – Banjir yang melanda permukiman warga di Kabupaten Indramayu berangsur surut pada hari ketiga ini, Rabu (6/1/2021) siang. Ketinggian air kini berada di kisaran 30-60 sentimeter.

Banjir akibat luapan Sungai Cibuaya ini diketahui melanda tiga desa di Kecamatan Widasari sejak Senin (4/1/2021).

Tiga desa yang dilanda banjir itu adalah Desa Widasari, Desa Kongsijaya, dan Desa Bangkaloa Ilir.

Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, meninjau langsung ke lokasi banjir. Taufik Hidayat mengaku turut prihatin atas bencana tersebut. Ia berharap, banjir bisa segera surut agar aktivitas warga bisa kembali normal.

“Aktivitas warga terhenti, untuk makan saja mereka tidak bisa, makanya kami bangun dapur umum untuk meringankan beban mereka,” ujar dia, dikutip dari TribunJabar.id.

Taufik Hidayat menyampaikan, bencana banjir yang melanda Kabupaten Indramayu ini statusnya sudah ditingkatkan menjadi darurat.

Pemerintah pun akan segera melakukan penanganan untuk normalisasi Sungai Cibuaya dengan stake holder terkait. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

“Kita juga akan lihat apakah ada kerugian material akibat bencana ini, tapi yang jelas tidak ada korban jiwa,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, A Fatah, menambahkan, banjir yang melanda Kabupaten Indramayu akibat luapan Sungai Cibuaya ini sedikitnya menerjang 3 kecamatan.

Tiga kecamatan itu adalah Kecamatan Widasari, Kecamatan Tukdana, dan Kecamatan Bangodua.

Total ratusan rumah warga yang terendam banjir.

“Tapi di Bangodua mayoritas sawah warga yang terdampak banjir,” ujar dia. (*)

Sumber: TribunJabar.id

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement