Connect with us

Regional

Guncang Palembang! Otto Hasibuan Lantik 181 “Pendekar Hukum” Baru: Integritas Adalah Harga Mati!

Published

on

PALEMBANG – Atmosfer Ballroom Beston Hotel seketika berubah menjadi saksi bisu sejarah. Getaran semangat dan kekhidmatan menyatu saat 181 advokat baru resmi dikukuhkan di bawah bendera Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Senin (4/5/2026).

Bukan pelantikan biasa, prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh sang maestro hukum Indonesia, Ketua Umum Peradi, Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH., MM. Kehadirannya seolah menyuntikkan energi baru bagi para punggawa hukum yang kini resmi menyandang gelar profesi Officium Nobile.

​Tonggak Baru Keadilan.

​Momentum ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan lahirnya garda terdepan penegak keadilan. Otto Hasibuan turun gunung secara langsung untuk memastikan bahwa 181 advokat ini tidak hanya mengantongi izin praktik, tetapi juga menguasai “senjata” terbaru dalam kancah hukum nasional.

​”Jangan terjebak di masa lalu! Dunia hukum terus bergerak,” tegas Otto dalam orasi pembekalannya yang membakar semangat.
​Ia menggaris bawahi urgensi penguasaan KUHP dan KUHAP terbaru. Baginya, advokat modern wajib meninggalkan aturan usang dan beradaptasi dengan paradigma hukum yang kini lebih menekankan pada
​Restorative Justice (Pendekatan pemulihan keadilan).

​Korektif & Rehabilitatif: Sistem yang lebih manusiawi. ​Hak Asasi Manusia (HAM) Benteng perlindungan bagi masyarakat kecil.
​Visi Jujur, Pintar, atau Tersingkir!

​Dengan nada bicara yang lugas dan penuh wibawa, Otto memberikan peringatan keras terkait standar moral profesi. Ia menegaskan bahwa kecerdasan tanpa integritas hanyalah alat penghancur bagi pencari keadilan.
​Integritas Tanpa Kompromi: Kejujuran adalah fondasi mutlak.

​Jika advokat loyo, masyarakat yang menjadi korban. Etika di Atas Segalanya Membela klien bukan berarti menghalalkan segala cara.

“Saya berharap teman-teman menjalankan profesi ini dengan jujur, pintar, dan berintegritas. Kualitas Anda adalah jaminan bagi pelayanan hukum yang prima di tengah masyarakat!” serunya disambut riuh tepuk tangan peserta.

​Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bagi dunia hukum Indonesia. Kehadiran 181 advokat baru ini diharapkan mampu menjadi oase di tengah dahaga keadilan masyarakat. Mereka bukan sekadar praktisi hukum, melainkan pejuang moral yang siap mengawal hak asasi manusia dengan komitmen baja. ​Keadilan kini memiliki wajah baru, dan wajah itu ada pada mereka yang baru saja dilantik hari ini. (Syaiful Jabrig)