Regional
Selama PTM, 24 Guru-Siswa SD Bogor Positif Covid-19
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Sebanyak 24 guru dan siswa SD Negeri Sukadamai 2 Kota Bogor yang positif terjangkit Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) per Sabtu (20/11/2021). Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya pada Minggu (21/11/2021).
Dia mengatakan seluruh guru dan siswa yang positif Covid-19 seluruhnya berstatus tanpa gejala, saat ini menjalani isolasi mandiri dan dalam pemantauan Pemerintah Kota Bogor dan Satgas Covid-19 Kota Bogor.
Selanjutnya, turut dilakukan penelusuran kontak erat pada masing-masing guru dan siswa yang terjangkit.
“Tapi tetap terus kita observasi selama 10 hari ke depan. Kontak erat juga kita telusuri dan saya minta Disdik (Dinas Pendidikan Kota Bogor) juga terus berkoordinasi dengan pihak sekolah, memantau kalau ada yang bergejala,” ungkap Bima Arya seperti dikutip dari Detik.com.
Bersamaan dengan observasi dan penelusuran kontak erat, pemerintah setempat menghentikan sementara penyelenggaraan PTM di SD tersebut. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
Rencananya, Pemkot Bogor akan kembali mengadakan screening massal terhadap semua guru dan siswa yang mengikuti PTM. Sebab, 24 guru dan siswa yang terjangkit ditemukan usai melalui proses screening pada Kamis (17/11) lalu.
Secara total, ada 21 guru dan 29 siswa yang di-screening. Hasilnya, 10 guru dan 14 siswa positif.
“Minggu depan akan dilakukan screening, agak banyak ya (jumlahnya). Jadi kita siap-siap semua,” katanya.
Selain akan melakukan screening lagi, Bima juga menyiagakan tempat isolasi. “Tapi bagaimanapun, kami tetap siaga dan waspada. RS lapangan siap diaktivasi, kemudian tempat isolasi di Gadog, Ciawi, siap untuk dioperasikan dan semua sudah siaga,” jelasnya.
Di sisi lain, ia mengklaim jumlah guru dan siswa PTM yang positif covid-19 masih terbilang rendah karena pemerintah setempat sudah menggencarkan program vaksinasi, sehingga kekebalan komunitas (herd immunity) sudah mulai terbentuk.
Hal ini, sambungnya, juga tercermin dari 10 guru yang terjangkit sejatinya sudah menjalani vaksinasi dosis pertama dan kedua.
“Saya kira ini terbukti herd imunity sudah terbentuk. Jadi karena ini berbeda, semoga bukan indikasi gelombang ketiga, mudah-mudahan ini indikasi herd imunity. Jadi virusnya semakin melemah, positif tetapi tidak ada gejala,” pungkasnya. (*)

You may like

Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa

BRI Dukung Program Makan Bergizi Dalam Acara Bakti Sosial Bersama Alumni AAL 1996 ‘Moro Saka’

CFD Bareng BRI Bekasi Harapan Indah Banyak Promo Menarik

Sasar Alumni dan Calon Lulusan, BRI Bogor Dewi Sartika Laksanakan Campus Hiring Dengan Sistem Seleksi Langsung

POB Palembang Berpartisipasi dalam IOF National Championship Racing Adventure Non Winch 2025

POB Palembang Siap Meramaikan IOF National Championship di Bogor
Pos-pos Terbaru
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!






