Connect with us

Regional

Satgas Covid-19 Bubarkan Antrean Kerumunan Driver Ojol Order BTS Meal di Karawang

Published

on

INFOKA.ID – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 kabupaten Karawang bubarkan kerumunan ojol yang tengah memesan promo BTS Meal di gerai McDonald’s, Karawang Barat, Rabu (9/6/2021).

Dandim 0604 Karawang Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo mengatakan kerumunan diketahui karena adanya laporan dari warga. Antrean terjadi sejak pagi dan sempat terjadi saling dorong karena rebutan untuk ke depan loket.

Medi yang juga menjabat Komandan Kodim 0604 Karawang mengatakan, pihaknya selalu merespons cepat jika masyarakat melapor ada kerumunan. Seperti yang terjadi hari ini, Satgas COVID-19 langsung meluncur ke lokasi gerai McDonald’s.

“Kami tidak mentoleransi setiap kerumunan selama masih pandemi COVID-19. Kita sudah meminta pengelola restauran agar membubarkan massa jika sudah melampaui kapasitas. Hari ini laporan dari tim sudah dibubarkan,” kata Medi.

“Kami bubarkan untuk kebaikan semua orang. Jadi harap maklum jika kami bertindak tegas,” ucapnya.

Selain itu pihaknya juga mengarahkan agar manajemen gerai McDonald’s, untuk mengatur demi mencegah terjadinya kerumunan.

“Satgas sudah memberikan arahan, agar manajemen membuat mitigasi pencegahan kerumunan, dengan membuat skema pengaturan gelombang pemesan, jadi misal diatur gelombang pertama persepuluh pemesan, dan seterusnya,” ucapnya.

Sementara menurut pegawai McDonald’s, Febri Rizqi mengatakan minat masyarakat Karawang membeli paket BTS Meal cukup tinggi. Sejak pagi terjadi antrean panjang hingga karyawan kewalahan melayani permintaan.

“Iya penuh sejak pagi hingga siang ini masi antre,” katanya, Rabu (9/6/21).

Febri mengatakan mengantisipasi penyebaran COVID-19 pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengunjung tidak menggunakan masker diminta keluar gerai.

“Pengunjung wajib menggunakan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang ojek online, Nana mengatakan, dirinya sudah dua jam menunggu panggilan berdasarkan nomer antrean. Namun belum juga dipanggil. Dia mengaku pesan satu paket seharga Rp50 ribu.

“Untungnya konsumen saya baik hati, meski lama dia tidak mau membatalkan pesanan,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement