Nasional
Registrasi IMEI Sudah Pulih Setelah Gangguan Akibat Kebakaran Gedung Cyber 1
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan gangguan telah diatasi dan proses identifikasi IMEI normal kembali setelah sempat terganggu akibat kebakaran di lokasi pusat data beberapa hari lalu.
Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, kebakaran Gedung Cyber 1 yang terjadi pekan lalu membuat pusat data atau server yang mengelola Central Equipment Identity Register (CEIR) di Gedung Cyber 1 mengalami shutdown. CEIR adalah mesin verifikasi IMEI.
“Saat ini sistem CEIR untuk prosedur identifikasi IMEI telah berfungsi normal kembali,” kata Dedy Permadi, Minggu (5/12/2021).
Kominfo kemudian mengoperasikan kembali aplikasi dan mesin. Pada Minggu (5/12/2021), aplikasi dan mesin berjalan normal. Trafik pemeriksaan IMEI dari sistem Equipment Identity Register (EIR) milik operator seluler juga sudah kembali terlihat masuk ke pusat data CEIR.
“Kami juga telah melakukan verifikasi akhir yang mengindikasikan aplikasi CEIR baik untuk trafik cek IMEI dari EIR operator maupun penyaluran data pada Kementerian Perindustrian, Kementerian Kominfo, dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dapat dinyatakan sudah berjalan normal kembali,” kata Dedy.
Kominfo pada Jumat (3/12) mengumumkan registrasi IMEI terganggu karena kebakaran di Gedung Cyber 1, Jakarta Selatan, pada hari sebelumnya. Kebakaran menyebabkan gangguan pada pusat data atau server yang mengelola CEIR.
Pada hari itu, pusat data CEIR sudah mendapat pasokan listrik. Tim Kominfo memeriksa kondisi awal untuk mengetahui kondisi server setelah pemadaman listrik mendadak karena kebakaran.
Sabtu (4/12/2021), aliran listrik dan koneksi internet untuk semua operator sudah bisa tersambung. Terdapat satu pusat data yang masih mengalami gangguan sehingga perlu ada penggantian perangkat. Aplikasi CEIR kembali dioperasikan pada hari itu, pukul 22.00.
Kebakaran di Gedung Cyber 1 diduga dipicu arus pendek. Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan beberapa waktu lalu mengecek panel kabel yang diduga menjadi pemicu kebakaran.
Percikan api muncul di lantai dua gedung tersebut, di dalam ruangan server sekitar pukul 12.00.
Kebakaran tersebut memakan korban jiwa, SF, yang meninggal di tempat, dan MRK yang sempat dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong. (*)


You may like

Kominfo Terima Kunci Dekripsi untuk Membuka Data PDNS 2 dari Hacker Brain Cipher

Pemkab Karawang Ikuti Evaluasi Program Smart City Bersama Kemenkominfo RI

Pemerintah Tak Akan Bayar Tebusan 8 Miliar Dollar yang Diminta Peretas Server PDN

PDN Diduga Diserang Ransomware, Kominfo Koordinasi dengan Polri-BSSN

Menkominfo Minta Starlink Wajib Buka Kantor Operasional di Indonesia

Menkominfo Ajak Masyarakat Untuk Bantu Berantas Judi Online
Pos-pos Terbaru
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat
- Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah
- Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun






