Regional
Proyek Pengadaan Ternak di Karawang Bikin DPRD Tersinggung
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Proyek pengadaan hewan ternak senilai Rp 1,7 miliar untuk petani Karawang disoal DPRD.
Pasalnya, salah satu panitia seleksi pengadaan hewan dari Dinas Pertanian (Distan), dinilai tidak profesional dan mempersulit peternak menjual sapi ke Pemkab Karawang untuk dibagikan kepada sejumlah Gapoktan (gabungan kelompok tani).
Kisruh pengadaan sapi muncul saat rekaman percakapan antara pimpinan DPRD Karawang dengan staf Distan beredar dimasyarakat.
Rekaman percakapan antar Wakil Ketua III DPRD Karawang, Anggi Rostiana Tarmidi dengan staf Distan, Anita terkait seleksi hewan ternak.
Dalam rekaman tersebut Anggi mempertanyakan proses seleksi yang dilakukan oleh tim seleksi Distan. Anggi juga tersinggung karena namanya disebut-sebut saat seleksi hewan ternak. Apalagi sikap staf Distan yang dinilai tidak profesional.
Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Pertanian, Asep Hazar membenarkan kejadian tersebut. Sebagai pimpinan dia meminta maaf jika ada yang kurang dalam proses seleksi hewan ternak.
Namun begitu dia memastikan kejadian tersebut hanya salah komunikasi stafnya dengan Wakil Ketua III DPRD, Anggi Rostiana Tarmidi.
“Sebagai pimpinan saya meminta maaf ini hanya salah paham saja. Saya sudah memanggil staf saya dan sudah membahasnya,” kata Asep Hazar, Kamis (14/12/23).
Menurut Asep Hazar pengadaan proyek pengadaan ternak senilai Rp.1,7 miliar berasal dari anggaran pokir DPRD dan musrenbang. Anggaran tersebut untuk pengadaan sapi, kambing dan unggas.
“Yang disoal DPRD pengadaan sapi,” katanya.
Sementara itu Wakil Ketua III DPRD Karawang, Anggi Rostiana Tarmidi mengatakan tidak intervensi terkait seleksi hewan ternak. Dia hanya mempersoalkan sikap salah seorang petugas seleksi yang dinilainya tidak profesional.
“Saya hanya menegur karena sikapnya dan bahasanya tidak elok saat melakukan seleksi. Salah satu tugas saya melakukan controling,” katanya.
Menurut Anggi, mengenai seleksi hewan ternak yang akan diberikan kepada kelompok tani dia tidak akan mencampuri. Hasil seleksi harus sesuai dengan spesifikasi dan tidak boleh ada intervensi.
“Saya tidak intervensi hanya mempertanyakan soal sikap salah satu petugas,” katanya. (red)

You may like

Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu

PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura

Dikenal Humanis dan Banjir Prestasi, Ini Sosok Kapolresta Karawang Pertama Kombes Mario Prahatinto

Rieke Diah Pitaloka Peninjauan Layanan Warga Binaan, Lapas Karawang Tuai Apresiasi Atas Program Ketahanan Pangan

Menjelang Kemerdekaan RI, Terang PLN Hadir untuk Menguatkan Harapan melalui Light Up The Dream

PHE ONWJ Dukung Kegiatan Donor Darah di Cibuaya Karawang
Pos-pos Terbaru
- GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!
- Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu
- PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura
- Dikenal Humanis dan Banjir Prestasi, Ini Sosok Kapolresta Karawang Pertama Kombes Mario Prahatinto
- Rieke Diah Pitaloka Peninjauan Layanan Warga Binaan, Lapas Karawang Tuai Apresiasi Atas Program Ketahanan Pangan







