Connect with us

Regional

Disdikbud Karawang Pacu Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Tiga SMP Baru

Published

on

KARAWANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mempertegas komitmennya dalam memperluas pemerataan akses dan daya tampung pendidikan tingkat dasar melalui rencana realisasi pembangunan tiga Unit Sekolah Baru (USB) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 2027.

Langkah strategis ini difokuskan untuk memangkas kesenjangan antara jumlah kelulusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan ketersediaan bangku SMP negeri, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Pembangunan sekolah baru ini dilatarbelakangi oleh ketidakseimbangan antara jumlah lulusan SD dan daya tampung SMP negeri. Seperti di Kecamatan Purwasari, saat ini hanya ada satu SMP negeri, sementara populasi masyarakatnya cukup besar,” kata Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan.

Wawan menjelaskan, terdapat tiga wilayah prioritas yang menjadi fokus perluasan jaringan sekolah dasar menengah tersebut, yakni Kecamatan Dawuan, Telukjambe Timur, dan Purwasari. Selama ini, keterbatasan sarana sekolah negeri di ketiga kawasan tersebut membuat sebagian besar masyarakat menggantungkan pilihan pada sekolah swasta, khususnya bagi warga yang masuk dalam kategori desil 1–3.

Sebagai bentuk keseriusan, Disdikbud Karawang mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar Rp3,8 miliar untuk setiap titik lokasi USB SMP baru. Selain itu, alokasi dukungan anggaran infrastruktur pendidikan juga disiapkan untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) senilai Rp300 juta serta program rehabilitasi gedung sebesar Rp150 juta.

Mengenai penyediaan lahan, pihak Disdikbud menetapkan standar kriteria pemanfaatan fasilitas sosial/fasilitas umum (fasos/fasum) atau lahan hibah dengan luas minimal 5.000 meter persegi untuk tingkat SMP, serta 2.000 meter persegi jika diperuntukkan bagi tingkat SD.

Hingga saat ini, Kecamatan Dawuan menjadi wilayah pertama yang telah menyelesaikan kepastian penyerahan lahan. Disdikbud Karawang terus berkoordinasi secara intensif dengan camat dan kepala desa setempat agar penyiapan lahan di Telukjambe Timur dan Purwasari dapat tuntas pada tahun ini.

Kepastian kesiapan lahan menjadi syarat penting agar proses lelang konstruksi dapat berjalan tepat waktu sesuai target perencanaan, sehingga masyarakat di wilayah tersebut segera merasakan manfaat kehadiran sarana pendidikan yang memadai. (rls)