Regional
Proyek Pembangunan Taman Jembatan Pasar Proklamasi Rengasdengklok Jadi Sorotan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Proyek Pembangunan Taman Jembatan Pasar Proklamasi Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Karawang (DLHK) dengan anggaran sebesar Rp 565.772.000 menggunakan dana APBD II Kabupaten 2023 dipertanyakan.
Dikatakan, Direktur Karawang Monitoring Grup (KMG) Imron Rosadi mengatakan, kuat dugaan ada ‘Kue’ APBD II yang dirancang menjadi rentetan para pihak pelaksana proyek taman jembatan Rengasdengklok dengan nilai kontrak 565.772.000.
“Alasannya selain dikerjakan dengan jenis kontrak lumsum, ini dikerjakan tepat di tahun akhir anggaran. Sebelum proyek APBD II ini ada, status tanah milik PJT II dan posisi tanah seperti empang,” katanya, Selasa (28/11/2023).
Pihaknya menduga ada kongkalingkong antar oknum DLHK karawang, PJT II dan pemborong.
“Tahun 2022 Pjt II Rengasdengklok ngurug dan di pasang plang papan info bahwa tidak boleh ada bangunan,” tandasnya.
“Oleh karena itu, dari pihak Karawang Monitoring Grup tidak akan diam apalagi bungkam. Bila perlu akan melaporkan kepihak yang berwenang,” ujarnya.
Terpisah, Aktifis Lingkungan Hidup Kecamatan Rengasdengklok, Nana Satria Permana menambahkan, pembangunan taman jembatan Pasar Proklamasi Rengasdengklok Kabupaten Karawang Jawa Barat bikin bingung masyarakat.
“Disitu kan sudah jelas terpampang ada plang dibibir tanggul sungai irigasi yang bunyinya dilarang mendirikan bangunan dan bahkan kalau tidak salah ada undang-undang pidananya kalau ada yang mendirikan bangunan. Tapi kenyataannya dibuat taman yang nilai pekerjaan nya setengah milyar lebih,” terangnya.
“Oke lah mungkin itu tanah pemerintah kalau dipakai pemerintah mungkin sah-sah saja. Akan tetapi si pelaksana dalam pembangunan harus sesuai harapan masyarakat. Jangan sudah ramai ada pemberitaan baru soal pekerjaan dibagusin. Pasalnya, itu uang rakyat dan untuk rakyat bukan malah menjadi dugaan sulap. Harapan kami selaku pemerhati lingkungan pekerjaan nya harus bagus. Apalagi itu tujuan nya juga buat taman. Jangan dibuat asal asalan nantinya seperti pos satpam,” pungkasnya. (ded)
You may like

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
Pos-pos Terbaru
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!







