Connect with us

Regional

Praktek Perdagangan Solar Ilegal Terjadi di Wilayah Purwakarta

Published

on

PURWAKARTA – Praktik perdagangan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan solar terjadi di Purwakarta. Kali ini, kawanan sindikat yang dipimpin pengusaha H End menjalankan aksinya ‘menyedot’ BBM solar dari sejumlah SPBU di Kabupaten Purwakarta.

Tak tanggung-tanggung oknum pengusaha tersebut menggunakan empat armada box berkapasitas 200 SD 500 liter.

Informasi yang berhasil dihimpun, Jumat (20/10/2023) oknum pengusaha tersebut menjalankan aksinya setiap hari dari mulai siang sampai malam hari.

Modus yang digunakan kelompok H End dengan cara memobilisasi empat armada mobil box berkeliling di sejumlah SPBU di Purwakarta dari mulai daerah Cilodong, Bungursari sampai Citapen, Sukatani juga di daerah Jatiluhur.

Modifikasi tangki pada truk dan mobil diesel memungkinkan mafia solar untuk mengambil lebih banyak bahan bakar dari yang seharusnya, yang kemudian dijual dengan harga tinggi kepada penampung setempat.

Dalam prakteknya, petugas SPBU diduga bekerjasama dengan para pelaku ilegal ini untuk transaksi.

Menurut keterangan saksi terungkap bahwa petugas SPBU turut mendapat keuntungan dari selisih harga jual yang meningkat, menjual Solar subsidi dengan harga mencapai Rp 7.200 hingga Rp 7.300 per liter, lebih tinggi daripada harga resmi sebesar Rp 6.800 per liter.

Diduga oknum pengusaha BBM ilegal ini mampu menyerap lebih dari 3500 liter Solar setiap harinya bahkan lebih, merugikan masyarakat yang sebenarnya membutuhkan subsidi tersebut untuk transportasi sehari-hari.

Ketua Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama mengharapkan aparat penegak hukum termasuk tim terpadu Pertamina untuk menertibkan praktik perdagangan BBM ilegal ini karena aksi mereka sangat merugikan masyarakat dan negara.

Menurutnya, solar ilegal yang dikumpulkan pengusaha tersebut kemudian dijual ke kalangan lain terutama industri dengan harga non subsidi.

“Kalau praktik semacam ini dibiarkan saja berapa kerugian negara yang timbul,” kata Budi. (Taufik Ilyas)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement