Regional
Ponpes Ibnu Sina Purwakarta Diteror Bom Molotov, Terdengar Ledakan Keras
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Sekolah Yayasan Ibnu Sina Al Qonun Purwakarta mendapat pelemparan yang diduga bom molotov. Beruntung lemparan bom molotov yang diarahkan ke gedung sekolah hanya mengenai pohon.
Ahmad Ali (18) yang saat itu bertugas menjadi penjaga sekolah, mengaku mendengar ada ledakan saat bom molotov jatuh Selasa (31/10/2023) sekitar pukul 22.00.
“Ada (suara) ledakan, keras,” ucap Ali, Rabu (1/11/2023).
Saat mendekati suara ledakan tersebut, Ali mengaku melihat api sudah membesar membakar sebagian dedaunan dan ranting pohon.
Ahmad melihat di lapangan tempat jatuhnya benda itu terlihat seperti ada serpihan dari kaca.
“Khawatir, apalagi kan ini dekat bangunan SMP juga, saya juga sebagai siswa merasa terancam,” katanya.
Usai menerima laporan, petugas dari Polsek Purwakarta, mendatangi lokasi kejadian. Petugas mendapati bekas api yang membakar sebuah pohon, tepat di depan bangunan gedung SMP Ibnu Sina.
Pelaku diduga menyasar bangunan gedung sekolah, namun lemparan justru terlebih dahulu mengenai pohon.
Kapolres Purwakarta, AKBP Edwar Zulkarnain membenarkan adanya aksi pelemparan bom molotov di Sekolah Yayasan Ibnu Sina Al Qonun Purwakarta.
“Pada pukul 22.10 WIB, terjadi pelemparan bom molotov di Yayasan Perguruan Islam Ibnu Sina Al Qonun Purwakarta,” ucap Edwar, Rabu (1/11/2023).
Meski demikian, lanjut Edwar, lemparan bom molotov dari orang tak dikenal tersebut dipastikan tidak sampai menyebabkan kebakaran atau kerusakan serius pada bangunan Sekolah Yayasan Ibnu Sina Al Qonun.
“Di TKP ditemukan pecahan bom molotov sebesar botol sirup, itu pecah dan menghanguskan tapi tidak memberi dampak kebakaran pada sekolah,” kata Edwar.
Edwar juga menyampaikan bahwa jajarannya sudah mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk secepatnya mengungkap aksi pelemparan bom molotov tersebut.
Petugas dari Satreskrim Polres Purwakarta juga melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti dan pengamatan terhadap objek yang terbakar dari lemparan bom molotov.
Sementara pengasuh Ponpes Ibu Sina, Ja’far Joban mengaku tidak mengetahui pasti motif aksi teror yang diduga dilakukanoleh lebih dari satu orang itu.
“Kebetulan di lokasi pelemparan kurang penerangan, agak gelap. Kemungkinan pelaku menyasar gedung SMP, tapi terkena ranting pohon,” kata Ja’far.
Jafar memastikan bahwa teror bom molotov itu tidak berkaitan dengan Pilpres 2024 mendatang. Hal ini karena pihaknya netral dan hal itu bisa pastikan dari kondisi bangunan sekolah yang tidak memasang banner atau barang yang berbau kampanye.
Menurut Jafar, peristiwa teror bom molotov itu baru terjadi pertama kali di Yayasan Ibnu Sina Al Qonun.
“Semenjak kami berdiri dari tahun 1981 itu tidak ada ancama seperti ini, baru di tahun 2023 ini kami mendapatkan ancaman teror bom. Kami pun tidak pernah ada masalah, tapi kenapa terjadi teror bom seperti ini,” katanya.
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor

Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan

Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI

Srikandi PLN Bersama YBM PLN UP3 Karawang Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat

Bareng DMI Kecamatan, KUA Telagasari Sosialisasikan Pentingnya ID Masjid Bagi Semua DKM
Pos-pos Terbaru
- May Day 2026: Polres Karawang Pastikan Keberangkatan Buruh ke Monas dan DPR Berjalan Aman
- Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan
- Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI






