Connect with us

Regional

Polres Garut Petakan 5 Titik Jalur Mudik yang Rawan Kecelakaan

Published

on

INFOKA.ID – Polres Garut memetakan lima titik jalur rawan kecelakaan lalu lintas untuk menjadi perhatian khusus saat pengamanan jalur mudik Lebaran 2024.

Lima titik tersebut tersebar di wilayah Limbangan-Malangbong, dan Kadungora-Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Di Garut ada lima titik rawan kecelakaan, yaitu tiga di jalur Limbangan-Malangbong, dan dua di jalur Kadungora-Cilawu,” kata Kepala Unit Penegakkan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Priyo Sambodo, Kamis (4/4/2024).

Ia menuturkan jajarannya sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang menjadi jalur rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas, seperti jalur Limbangan-Malangbong di titik kawasan Tahu Sumedang sampai Pananjung di Kecamatan Limbangan.

Jalan nasional tersebut, lanjut dia, memiliki jalan yang lurus sehingga banyak pengemudi yang menambah kecepatan di jalur itu. Selanjutnya di titik sekitar tikungan jalan wilayah Sasak Beusi di Kecamatan Cibatu, dan Tanjakan Andir di Kecamatan Malangbong.

Ia menyebutkan jam rawan kejadian kecelakaan di jalur tersebut yakni saat dini hari sampai menjelang pukul 07.00 WIB, dan malam harinya mulai pukul 22.00 sampai pukul 23.00 WIB.

“Sebelumnya juga di daerah itu (Limbangan) pernah terjadi kecelakaan menabrak penyeberang jalan,” katanya.

Sedangkan di jalur mudik jalan provinsi Bandung-Garut wilayah Kadungora-Cilawu, kata dia, terdapat titik rawan kecelakaannya yakni Lebak Jero, Kecamatan Kadungora karena kondisi jalan yang menurun. Selanjutnya wilayah Cilawu yang memiliki kondisi jalan lurus.

“Dua titik itu paling sering terjadi kecelakaan mulai pukul 14.00 hingga sekitar pukul 15.00,” katanya.

Ia menyampaikan upaya mengantisipasi maupun meminimalisasi terjadinya kecelakaan di jalur rawan tersebut dengan cara menambah kekuatan personel untuk memberikan pengamanan dan memasang rambu-rambu peringatan agar pengendara lebih hati-hati saat melewati jalur tersebut.

Pengendara yang melewati jalur itu harus meningkatkan konsentrasinya, kondisi badan harus prima, kemudian dapat mengatur jarak antarkendaraan, dan mengurangi kecepatan untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.

“Sebaiknya pengendara untuk selalu menjaga jarak aman, jangan terlalu memacu kecepatan saat di jalur tikungan dan turunan,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement