Regional
Polisi Selidiki Tewasnya Siswa SMPN 1 Ciambar Sukabumi saat MPLS
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pihak keplisian melakukan penyelidikan atas tewasnya seorang siswa SMP berinial MA (13) yang meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Sabtu (22/7/2023) lalu.
Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede mengatakan setelah mendapatkan laporan atas meninggalnya siswa SMP saat mengikuti kegiatan MPLS, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.
Ia mengatakan peristiwa tersebut ditangani oleh unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Polsek Nagrak dan personel Unit PPA Satreskrim saat ini sedang mengumpulkan keterangan saksi, total 3 saksi, 2 yang sudah dimintai keterangan, baik dari saksi yang ada dilokasi saat kejadian dan pihak sekolah serta melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.
Sementara, Dinas Pendidikan Sukabumi mengatakan MA yang tewas tenggelam di Sungai Cileuleuy terjadi di luar kegiatan MPLS yang dilakukan oleh SMPN 1 Ciambar.
Namun pihak keluarga menganggap hal itu keteledoran pihak sekolah. Mengingat peristiwa tenggelamnya MA masih dalam rangkaian acara yang dilakukan pihak sekolah.
Paman korban, Wawan (45) mengatakan, sebelum peristiwa itu terjadi, mulanya korban mengikuti kegiatan MPLS yang berlangsung mulai dari Senin 17 Juli lalu.
Kemudian pada hari Jumat 22 Juli, korban menginap di sekolah bersama siswa baru lainnya dan keesokan paginya mengikuti kegiatan pengenalan lembah, hutan dan sungai bersama di Sungai Cileleuy yang berada di Kampung Selaawi Girang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar.
“Berawal dari kegiatan pagi, para siswa melanjutkan perjalanan menyusuri Sungai Cileuleuy untuk berenang. Saat itu, dikabarkan ada teman korban yang berusaha berenang dan tanpa disangka tenggelam,” ujarnya.
Menurut Wawan, Jika pada saat anak-anak didampingi pembimbing tidak akan kejadian. Tentunya pasti orang dewasa bukan anak kecil.
“Kalau ada pembimbing otomatis bisa diupayakan. Kalau pun mereka tercebur tetap bisa diselamatkan. Ini yang menyelamatkan yang tercebur selamat, dan yang menyelamatkannya meninggal tenggelam,” ucapnya.
“Masa yang harus menyelamatkan anak kecil baru keluar SD, kenapa bukan pembimbing. Ini jelas keteledoran, harusnya ada absen (daftar hadir) siapa yang belum pulang, malah saat gurunya ditanya tidak pada tahu,” tutur Wawan.
Bahkan pada saat pihak sekolah pun mendatangi keluarga korban (Hera Ibu Korban), Minggu (23/07/2023) pagi tadi, mengakui adanya keteledoran.
“Kalau itu kelalaian kenapa hanya ngomong kepada ibunya kondisinya masih berduka, bukan kepada bapaknya atau saya (sebagai pamannya). Orang tua tahunya anaknya ini lagi MOS (masa orentasi sekolah) bukan lagi maen. Jelas tanggung jawab pihak sekolah,” ungkapnya. (*)
Sumber: Berbagai sumber
You may like

PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan

Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI

Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini

Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
Pos-pos Terbaru
- PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan
- Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI
- Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas
- Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
- Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD







