Regional
Polisi Gelar Prarekonstruksi Kedua Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Polisi menggelar prarekonstruksi kedua, kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, Kamis (2/11/2023).
Prarekonstruksi kedua digelar sejak Pukul 09.00 WIB, Kamis (2/11/2023) tersebut di peragakan satu persatu oleh para tersangka yang diperankaN oleh peran pengganti.
Prarekontruksi pertama diperagakan 9 adegan di lokasi Pedagang Pecel Lele depan Masjid Raya Jalancagak.
Dalam prarekontruksi di tukang pecel lele tersebut, umumnya lebih ke adegan Curhat Yosep kepada Danu.
Adapun curhat Yosep ke Danu yakni soal kekesalan Yosep terhadap istrinya Tuti Suhartini. Di sana Yosep berencana untuk memberikan pelajaran ke Tuti Suhartini.
Kemudian dilanjutkan pra Rekontruksi ke Rumah TKP Pembunuhan Ibu dan Anak di Ciseuti.
Melalui pra rekonstruksi kedua ini, penyidik akan menggali motif para tersangka mengeksekusi Tuti dan Amelia.
Pra Rekontruksi di TKP atau Rumah tempat Eksekusi Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, dalam adegannya, Yosep datang menggunakan motor matic ke TKP. Kemudian Yosep menunggu Danu di depan pintu TKP, tak lama Danu datang menggunakan motor bebek.
Selanjutnya, Yosep masuk kedalam rumah, Ketika Yosep sudah masuk kedalam rumah, tiba-tiba Dua anak Mimin Mintarsih datang dari arah barat lewat depan rumah keduanya langsung masuk ke TKP.
Prarekontruksi langsung dilanjutkan di dalam rumah, namun sayang adegan didalam TKP tak bisa terlihat oleh awak media yang hanya bisa mengambil gambar diluar TKP.
Setelah sempat istirahat makan siang, pra rekonstruksi kembali dilanjutkan dengan memperagakan pembunuhan pada Amalia Mustika Ratu.
Dalam adegan kali ini, terlihat Yosep menggendong jenazah Amalia Mustika Ratu.
Yosep Hidayah, ayah kandung Amalia Mustika Ratu membopong jenazah anaknya itu melalui pintu depan sebelum memutari mobil Alphard dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.
Prarekonstruksi ini menarik perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong memadati lokasi rumah Tuti Suhartini (56) dan Amalia Mustika Ratu (22), yang menjadi korban pembunuhan.
“Adegan-adegan pra rekontruksi tersebut sesuai apa yang dilihat oleh Danu langsung saat di TKP, ” kata Kepala Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan kepada wartawan, Kamis(2/11/2023)
Dikatakan Surawan, hanya sekitar 94 adegan yang berhasil dilihat oleh Danu dalam peristiwa tersebut.
“Sementara setelah Danu membersihkan lantai dan pulang ke TKP, Danu tak mengetahui lagi para tersangka lainnya pergi kemana,” ucapnya.
Surawan mengatakan, prarekonstruksi ini setidaknya sudah bisa mengungkap tabir kelam pembunuhan Ibu dan Anak tersebut yang sudah 2 tahun tak terungkap.
“Tadi prarekonstruksi juga turut dipantau oleh Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jabar dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK),” katanya.
Diketahui, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada 18 Agustus 2021. Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu didapati bersimbah darah dalam bagasi Alphard di rumah mereka.
Ada lima orang yang telah ditetapkan tersangka yaitu M. Ramdanu (keponakan Tuti), Yosep Hidayah (suami Tuti), Mimin (istri kedua Yosep), Arighi Reksa Pratama (anak dari Mimin), dan Abi (anak dari Mimin). (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Polres Karawang Tahan Ayah 62 Tahun Atas Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Kandung

Polres Karawang Tangkap Pelaku Tawuran Viral di Klari yang Rampas Motor Warga

Pemprov Jabar Apresiasi Aksi CSR Pupuk Kujang

Kapolres Karawang Anjangsana ke Personil Sakit Menahun di HUT Bhayangkara ke-80

Angkat Hasil Bumi Bersama, Jajaran Polres Karawang Komit Jaga Ketahanan Pangan

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang
Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Tahan Ayah 62 Tahun Atas Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Kandung
- ​KORMI Kota Palembang Meriahkan HUT Palembang ke-1343, 18 Kecamatan & 29 UPTD Bahagia Jalin Silaturahmi
- Polres Karawang Tangkap Pelaku Tawuran Viral di Klari yang Rampas Motor Warga
- Pemprov Jabar Apresiasi Aksi CSR Pupuk Kujang
- Kapolres Karawang Anjangsana ke Personil Sakit Menahun di HUT Bhayangkara ke-80







