Regional
Pilkada Tapsel, Utamakan Pemimpin yang Memiliki Etika dan Moral yang Baik
Published
2 tahun agoon
By
RedaksiWawancara Tokoh:
H Drs Raja Parlindungan Pane

JAKARTA – Seiring dekatnya Pilkada Serentak di berbagai daerah periode 2024-2029 berbagai strategi dan manufer dari berbagai pihak pendukung para kandidat. Baik kompetitor baru maupun petahana.
Isu dan trek rekor masing-masing kandidat pun menjadi perbincangan tergantung siapa yang menyuarakan kalau pendukung atau simpatisan tentu bernada sejuk sebaliknya kalau itu dari pesaing sudah jelas responnya nya super negatif. Padahal program dan keberlanjutan pembangunan di semua sektor adalah yang paling utama.
Kini para tokoh atau pun pengamat banyak berkomentar mensikapi daerahnya masing-masing terlepas dari keterkaitannya kepada kandidat yang bertarung.
Sebut saja Kabupaten Tapanuli Selatan yang juga akan menyelenggarakan Pilkada 2024.
Untuk mengetahui bagaimana komentar dan tanggapan Drs H Raja Parlindungan Pane yang akrab disebut Bang Raja, asal Sipirok, beliau juga dikenal sebagai tokoh Pers Nasional yang sarat berbagai pengalaman di berbagai profesi dan organisasi.
Berikut petikannya.
Setelah gonjang ganjing pemilu dan pilpres, bagaimana tanggapan Anda tentang Pemilukada serentak tahun ini?
Pemilu, Pilpres, dan Pilkada adalah perintah undang-undang yang harus kita taati dan jalankan. Karena inilah jalan dan sarana untuk memilih para wakil rakyat dan tentu saja para pemimpin kita. Masyarakat harus bersedia menggunakan hak pilihnya sehingga pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan baik. Jangan sia-siakan hak yang diberikan konstitusi kepada rakyat. Jika itu tidak digunakan, maka kita kembali ke era otoritarian.
Kabarnya Anda pernah di isukan bakal maju untuk calon Kepala daerah. Bagaimana kebenaran rumor tersebut?
Memang ada yang datang ke saya secara langsung untuk mengusung saya untuk maju menjadi kepala daerah. Terutama dari warga Sipirok Narobi. Malah, ada yang datang ke Jakarta khusus bicara ini. Menurut saya wajar saja, karena saya memang lahir dan besar di Sipirok. Alasan mereka adalah masa tidak ada calon dari Sipirok, sebagai ibu kota Tapsel.
Masak itu-itu melulu dari keluarga Pasaribu. Saya jawab, saya tidak bersedia karena memang tidak tertarik untuk menjadi bupati. Saya lebih enjoy seperti sekarang ini, bisa menikmati hidup bersama keluarga. Soalnya, usia saya sudah hampir jalan 65 tahun.
Saya pikir bupati itu jangan terlalu tua. Sehingga ia bisa mencurahkan 100 persen utk membangun daerahnya. Selain itu, istri saya tidak mendukung. Dan masih banyak faktor lagi yang tidak bisa saya rinci.
Kalau benar, bagaimana persiapannya?
Jadi, saya sama sekali tidak berkeinginan. Sehingga tidak ada yang dipersiapkan.
Sebagai putra Tapsel, bagaimana tanggapan Anda terhadap isu dan agenda Pilkada 2024 ini?
Saya melihat Pilkada Tapsel terasa janggal dan aneh. Karena hingga saat ini ada dua Pasaribu bersaing untuk menjadi Bupati Tapsel. Ini tentu janggal. Seolah-olah hanya ada Dinasti Pasaribu. Seharusnya mereka lebih bijak. Gus Irawan seharusnya legowo. Dia kan sudah terpilih sebagai anggota DPR RI. Nah, kalau ia maju ke bupati, ia saya nilai turun kelas. Dia kan kelasnya tokoh nasional. Kalau dia maju untuk Pilgub Sumut, kita acungi jempol.
Apalagi, dia akan bersaing dengan ‘anaknya’, satu darah yakni Doly Pasaribu sebagai petahana. Kalau Gus Irawan seorang negarawan, sebaiknya dia di DPR RI. Nah, di sana dia bisa melobi banggar DPR agar dapat dana segar lagi untuk pembangunan Tapsel, khusus Sipirok yang kini masih teringgal jauh.
Sosok dan pigur bagaimana yang lebih tepat menurut Anda untuk memimpin Tapsel saat ini.?
Saya tidak terjebak dengan sosok. Yang kita harapkan harus ada keterwakilan dari daerah Sipirok. Baik sebagai Bupati atau juga sebagai wakil. Sehingga kelak, ada juga pemimpin yang fokus ke Sipirok.
Ingat ya Sipirok itu Ibu Kota lho. Harusnya dengan Sipirok menjadi ibu kota harus ada dampak ekonominya. Sejauh ini belum signifikan perkembangan ekonomi di Sipirok. Masih biasa biasa saja. Kan tujuan menjadikan Sipirok menjadi ibu kota kabupaten agar roda perekomiannya maju pesat.
Adat dan peradaban di Masyarakat Tapsel dulunya masih kukuh memegang kearifan lokal. Apakah menurut Anda sekarang masih berlaku atau sudah punah?
Kearifan lokal masih ada. Adat juga masih terus dijunjung tinggi. Tapi, kearifan lokal ini harus terus dipertahankan dan dijaga. Kalau tidak, kearifan lokal bisa punah seiring adanya perkembangan zaman yang begitu pesat dengan masuknya pengaruh asing. Ini harus diwaspadai dengan tetap menghargai budaya lokal. Tugas ini bukan hanya melekat di pemerintah. Tapi, juga di masyarakat.
Anda adalah Ketum di organisasi sosial yang berbasis Masyarakat Sipirok, Tapsel yang tersebar di seluruh pelosok Nusantara bahkan ada yg di luar Negeri. Bagaimana Anda menjaga kondusifitas untuk tidak berpotensi keretakan sesama anggotanya. Atau mungkin ada keberpihakan kepada kandidat tertentu?
Dalam Munaslub dan Rakernas saya memang dipilih menjadi Ketua Umum IKAPSI. Amanah ini saya pegang teguh. Saya memang ingin organisasi Ikapsi ada sumbangsihnya terhadap tanah kelahiran Sipirok. Misalnya kita melakukan bimbingan belajar. Menyantuni yatim piatu, dan menjelang lebaran kita berbagi dengan orang yang belum beruntung serta saling mendukung bagi pelajar alummni sipirok di perantauan.
Jujur saya tidak suka konflik. Karena energi yang ada berubah menjadi negatif. Jadi, saya merangkul siapa saja. Tua maupun muda. Yang penting mau berkorban waktu dan materi.
Apa saran dan himbauan Anda baik kepada kontestan, penyelenggara maupun kepada warga Tapsel agar Pilkada berjalan baik dan mempunyai kualitas yang baik?
Masyarakat harus sadar betul bahwa mereka harus memilih pemimpin yang bisa mengakomodir aspirasi rakyat. Jadi, pilihlah sesuai dengan hati nurani. Hindari money politic. Itu sangat membayakan moral dan moril masyarakat. Karena kalau salah pilih, mereka akan menunggu lima tahun lagi.
Utamakan pemimpin yang memiliki etika dan moral yang baik. Soalnya, etika dan moral ini sudah sering dilanggar oleh banyak pemimpin kita. Saya yakin, pemimpin yang memiliki etika dan moral ini masih banyak terdapat di masyarakat.
Demikian wawancara Mangantar Dalimunthe dari Infoka.id dengan Bang Raja yang sekaligus menjadi Ketum DPP Ikapsi yang begitu mencintai tanah kelahirannya sampai menciptakan lagu Sipirok yang di lantunkan oleh sang Maestro Iwan Fals. (tar)

You may like

KPU Karawang Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2024

Aep-Maslani Sah Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada 2024, Ketua Tim Pemenangan Ucapkan Terima Kasih Kepada Masyarakat Karawang

Besok, KPU Akan Tetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Karawang Terpilih

Rekap Resmi KPU untuk Pilkada Karawang, Aep Maslani Unggul di 23 Kecamatan

Mewakili Aspirasi Perempuan, Lia Aulia Ajak Masyarakat Karawang Pilih Acep-Gina

Laskar NKRI Peringatkan Netralitas ASN dan Penyelenggara Pemilu, Berikut Pernyataan Sikapnya
Pos-pos Terbaru
- Lautan Manusia di Car Free Night Atmo: Atraksi KORMI Palembang Pukau Pengunjung
- Magister Manajemen Paling Diminati, 35 Calon Mahasiswa S2 UNSIKA Ikuti Tes Gelombang II
- Polres Karawang Amankan Mobil Penabrak Usai Terekam Hantam Kendaraan di Tuparev
- Musrenbang RKPD 2027, DPRD Karawang Dorong Konektivitas Infrastruktur dan Kemandirian Fiskal Daerah
- PGN Group Raih Penghargaan PROPER EMAS dan HIJAU 2025, Bukti Konsistensi Inovasi Sosial dan Lingkungan







