Connect with us

Regional

Peringatan Harlah Pancasila, Wagub Jabar Minta Pemerintah Pusat Hidupkan Kembali Penataran P4 di Sekolah

Published

on

INFOKA.ID – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul meminta pemerintah pusat menghidupkan kembali Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) di sekolah.

Uu menilai Penataran P4 harus dihidupkan kembali, bertujuan menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

“Saya merasakan, mengerti, dan paham Pancasila karena waktu kecil ikut Penataran P4. Saya minta kepada pemerintah pusat untuk mengadakan lagi Penataran P4 bagi siswa SD ke SMP, SMP ke SMA,” kata Wagub Uu dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (1/6/2023).

Uu menyatakan, Pancasila sebagai ideologi negara tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama. Pancasila justru melindungi dan menjaga akidah umat.

“Betul, Pancasila tidak ada satu pun yang bertentangan dengan nilai agama. Contoh, sila ke satu, kedua, ketiga, keempat dan kelima, kan tidak ada satu pun yang bertentangan (dengan agama). Sila Persatuan Indonesia, itu tidak bertentangan, sila bermusyawarah mufakat, itu juga tidak bertentangan dengan nilai agama,” katanya.

Uu menuturkan, Pancasila bukan akidah, tetapi ideologi negara dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Dalam mengamalkan ajaran agama, sesuaikan dengan kitab suci masing-masing,” ujarnya.

Ia mengatakan, inti dari Pancasila adalah sila pertama, yakni, Ketuhanan Yang Maha Esa, kemudian sila kedua, ketiga, keempat hingga kelima Pancasila merupakan implementasi dari sila pertama.

Pemprov Jabar melaksanakan kegiatan memperingati Hari Kelahiran Pancasila dengan tujuan menguatkan kembali dasar negara di masyarakat, khususnya warga Jawa Barat.

“Ini karena terkadang, masyarakat saat ini sering mengabaikan tentang pemahaman Pancasila, pengamalan Pancasila, dan juga tentang kegiatan bernuansa Pancasila,” katanya.

Uu berpesan kepada seluruh masyarakat Jawa Barat menghargai para leluhur bangsa yang telah melahirkan Pancasila.

Sebab, para leluhur berasal dari keberagaman elemen masyarakat, ulama, kiai, politisi, dan berbagai agama.

“Pancasila sebagai dasar negara sudah menjadi kesepakatan bangsa Indonesia. Kalau sudah sepakat kenapa dipermasalahkan. Kalau ada yang seperti itu berarti ketinggalan era hari ini,” katanya. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement