Connect with us

Ragam

Pengertian Imsak Saat Puasa, Sampai Heboh Matahari Cincin di Karawang

Published

on

KARAWANG – Waktu Imsak hal yang penting diketahui selama bulan puasa. Sebagian orang memahami bahwa datangnya waktu Imsak adalah awal dimulainya ibadah puasa.

Masuknya imsak, kegiatan makan minum dan lainnya yang membatalkan puasa harus disudahi hingga datangnya waktu maghrib di sore hari. Namun demikian, pada umumnya terdapat perbedaan dalam mengartikan waktu imsak. Ada penilaian bahwa waktu dimulainya puasa adalah ketika adzan subuh tiba.

Lalu bagaimana penjelasan waktu imsak sebenarnya? Mengutip dari NU Online, Imam Al-Mawardi di dalam kitab Iqna’-nya menjelaskan:

وزمان الصّيام من طُلُوع الْفجْر الثَّانِي إِلَى غرُوب الشَّمْس لَكِن عَلَيْهِ تَقْدِيم الامساك يَسِيرا قبل طُلُوع الْفجْر وَتَأْخِير(الْفطر) يَسِيرا بعد غرُوب الشَّمْس ليصير مُسْتَوْفيا لامساكمَا بَينهمَا

Artinya: “Waktu berpuasa adalah dari terbitnya fajar kedua sampai tenggelamnya matahari. Akan tetapi (akan lebih baik bila) orang yang berpuasa melakukan imsak (menghentikan makan dan minum) sedikit lebih awal sebelum terbitnya fajar dan menunda berbuka sejenak setelah tenggelamnya matahari agar ia menyempurnakan imsak (menahan diri dari yang membatalkan puasa) di antara keduanya.” (lihat Ali bin Muhammad Al-Mawardi, Al-Iqnaa’)

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan, bahwa dimulainya waktu puasa ketika terbit fajar kedua atau masuknya waktu subuh bukan pada waktu Imsak. Adapun berimsak (mulai menghentikan makan dan minum) lebih awal sebelum terbit fajar kedua.

Sebenarnya, adanya waktu Imsak yang ditetapkan sepuluh menit sebelum masuk waktu subuh, maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati ketika akan masuk waktu subuh. Diwaktu sepuluh menit tersebut, mulai untuk menghentikan aktivitas makan minum, menggosok gigi dan apapun yang bisa membatalkan puasa.

Oleh karena itu, bisa dibayangkan jika para ulama tidak menetapkan waktu Imsak. Saat sedang menyantap makan sahur dan tidak mengetahui waktu subuh. Lantas tiba-tiba adzan subuh dan sudah masuk waktu puasa, sedangkan dimulutnya masih ada makanan yang belum tertelan.

Sementara itu, warga di Karawang heboh dengan fenomena matahari bercincin di langit pada Jumat (31/3/2002). Matahari bercincin itu muncul sekira pukul 10.50 WIB. Matahari itu berbentuk bulat sempurna dan cahaya yang terik dengan warna pelangi. Kondisi itu berlangsung hampir satu jam. Banyak warga yng takjub dengan fenomena di bulan puasa ini. (red)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *