Regional
Pengadaan Kalender 2022 Bupati dan Wakil Bupati Karawang Dinilai Bikin Malu
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Pembuatan kalender Bupati dan Wakil Bupati Karawang kembali menjadi sorotan.
Pasalnya, Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati yang tertera di dalam kalender 2022 dinilai ngawur, tak sesuai dengan Visi-Misi Bupati dan wakil Bupati Karawang periode 2021/2024.
Merespon hal tersebut, praktisi hukum Asep Agistian, S.H, M.H menyebut pembuatan kalender malah bikin malu Bupati dan Wakil Bupati Karawang.
“Bukan persoalan kekeliruan masalah kalender ini, memang hampir tergolong setiap tahun sih, tetapi pembuatan kalender seharusnya bagian pengadaan ini siapa, di bagian pengadaan itu banyak mata, di percetakan pun sebelum dicetak diberikan dulu hasilnya dibaca lagi, apa yang diinginkan harus sesuai apa yang dicetak, pada kenyataannya tidak sesuai dan terjadi lagi di tahun 2002 ini,” ungkap Askun sapaan akrabnya, Kamis (6/1/2022).
Menurut Askun, kalender 2022 yang disebarkan merupakan niatan baik dari Pemkab untuk para ASN/PNS.
“Lalu apakah dibuat 1 lembarkah satu bundel kah 1 atau 10 pieces-kah, ini kan puluhan ribu kalender yang disebarkan pemda niatan baik kepada para ASN atau PNS. Nah, disitukan pada saat awal tahun diberikan, kebetulan saya pun mendapatkan 2 kalender itu, saya baca dulu dong, setelah dibaca sebelum membuka kepada tanggalnya, saya membaca visi dan misinya, loh kok visi-misinya berbeda,” ucapnya.
Dikatakan Askun, visi-misi yang benar itu manakala seseorang para PNS yang mau dipromosi, dan mutasi, Bupati telah menyampaikan visi-misi.
“Ketika tidak hapal PNS itu harus menghapalkan, maka semuanya sama donk, dan visi-misi itu sudah diperdakan, karena pencapaiannya untuk RPJMD,” kata Askun
“Perda Kabupaten Karawang itu nomor 5 tahun 2021 tentang pembangunan jangka menengah daerah tahun 2021 sampai 2026. Itukan jelas, lalu apakah mereka membaca terlebih dahulu ketika mendapatkan kalender, ini kan seperti tidak dibaca,” ujarnya.
Lebih lanjut Askun menegaskan, dalam pembuatan kalender saja keliru, bagaimana RPJMD ini bisa sampai targetnya.
“Saya kecewa banget, pantas saja RPJMD ini tidak sampai target, wong cetak kalender saja acak-acakan, secara otomatis RPJMD nya acak-acakan, berarti keuangan negara sudah menggelontor dan sudah dibayarkan, nggak mungkin kalau belum dibayarkan,” tuturnya.
“Kasihan Bupati dalam hal ini. Kalau saya jadi Bupatinya itu kalender saya lemparin ke mukanya (Kebagian Pengadaan-red), saya akan panggil bagian pengadaan dan percetakannya, saya tidak tahu siapa bagian apa, yang jelas kalender 2022 sudah terbit. Saya malu selaku jadi masyarakat diberi ini boro-boro pengen nempel,” cetusnya.
Secara tegas Askun meminta kalender yang sudah beredar ditarik kembali, karena kedapatan perbedaan penulisan visi-misi.
“Kalender itu harus ditarik kembali, untuk apa dipajang kalau visi-misi yang ditulis nggak benar, coba lihat aja cover paling depan,” tandasnya. (red)

You may like

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Puluhan Banner Rokok Asal Korea Di Karawang Diduga Ilegal Dan Hindari Pajak
Pos-pos Terbaru
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot
- Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri






