Regional
Pencak Silat Diakui Dunia, Usai Pendekar Asal Karawang Datangi UNESCO
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Meski sebelumnya sempat diklaim Malaysia, akhirnya United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Indonesia.
Ketua IPSI Jawa Barat, sekaligus Pendekar Asli Karawang, Soni Hersona mengungkapkan kebanggaannya terhadap Pencak Silat yang telah diakui Dunia sebagai warisan menek moyang Bangsa Indonesia.
“Warisan budaya Ini ditetapkan pada 12 Desember 2019, dan sangat membuktikan Pencak Silat memang benar-benar layak milik Negara Indonesia,” ujarnya, Rabu (23/10/2024).
Soni mengungkapkan, bahwa pencapaian tersebut tak lepas dari Tim Indonesia yang berjumlah 11 Pendekar mendatangi UNESCO. Sehingga Pencak Silat berhasil dipertahankan dan tidak direbut Malaysia.
“Saat itu kami datang ke UNESCO, ada 11 Pendekar, kebetulan Ketua Timnya dari Karawang, Saya pribadi. Maka sebab itu saya mendapatkan penghargaan dari Prancis, namun harus bisa konsekuen tetap berupaya maksimal dari Bangsa Indonesia sendiri agar Pencak Silat tidak direbut oleh Negara Malaysia,” ungkapnya.
Soni menegaskan, bahwa penghargaan ini harus dipertahankan dengan prestasi sehingga terus adanya regenerasi. Kemudian dilindungi dengan aturan-aturan Pemerintah, dan terus dipromosikan ke dunia. Oleh karenanya, pihaknya sepakat apa yang sudah dicanangkan Ridwan Kamil, bahwa Pencak Silat harus menjadi muatan lokal di setiap sekolah.
“Kami sudah memiliki Pusat Gedung Pencak Silat dengan luas 8 Hektar. InsyaAllah kami terus mempromosikan prestasi Pencak Silat, khususnya di kegiatan Konferensi Asia Afrika ke 70 tahun,” terangnya.
“Kedepan kami akan menyelenggarakan Pencak Silat Tingkat Asia Afrika Champions, sesuai arahan Ketua Umum IPSI, Bapak Prabowo Subianto,” imbuhnya menandaskan. (red)

You may like

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya

Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027

PHE ONWJ Pasok 92 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Desa Kekeringan di Karawang

Tegaskan Semua Layanan Gratis, Disnakertrans Karawang Ajak Warga Manfaatkan Fasilitas Resmi

Tata Kelola Lingkungan Karawang Memprihatinkan, Ghazali Center Indonesia Ajukan Izin RTH ke BBWS Citarum
Pos-pos Terbaru
- Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji
- DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
- Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027
- PHE ONWJ Pasok 92 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Desa Kekeringan di Karawang
- Tegaskan Semua Layanan Gratis, Disnakertrans Karawang Ajak Warga Manfaatkan Fasilitas Resmi







