Connect with us

Regional

Pemkab Karawang Lakukan Penyisiran Koperasi Tidak Aktif yang Masih Terdata

Published

on

INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan penyisiran koperasi yang sudah tidak aktif, tapi masih terdata.

Kabid Pemberdayaan dan Perizinan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Karawang, Diah Mira Desi mengatakan bahwa jumlah koperasi yang ada di Karawang sebanyak 1.703 koperasi.

“Dari jumlah koperasi yang terdata sebanyak 1.703, hanya 700 koperasi yang dianggap sehat. Sisanya tidak aktif, bahkan tidak diketahui keberadaannya,” kata dia, dikutip Sabtu (2/11/2023).

Ia mengungkapkan, jumlah koperasi tersebut berasal dari data miliknya yang pendataannya dilakukan secara manual. Sehingga perlu dilakukan pembaharuan data.

Menurutnya, pembaharuan data perlu segera dilakukan sebagai update. Sehingga bisa diketahui koperasi yang sehat dan tidak.

Dia mengatakan, Pemkab Karawang telah meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Koperasi Indonesia yang bertujuan untuk mengoptimalkan pendataan seluruh koperasi yang ada di Karawang. Di dalam aplikasi tersebut, terdata kategori koperasi yang masih sehat serta koperasi yang tidak aktif.

“Kalau sudah punya data akurat, ini akan memudahkan kita untuk memonitoring dan melakukan pengambilan keputusan atau kebijakan kaitan koperasi,” katanya.

Namun, sejak diluncurkan aplikasi tersebut sekitar sebulan lalu, hingga kini baru 43 koperasi yang mendaftar dan mengupdate data-nya.

Sementara, Plt Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengatakan di antara tujuan dihadirkannya aplikasi itu ialah untuk kemudahan data koperasi dan UKM yang ada di Karawang.

Ia mengatakan, aplikasi Sistem Informasi Aplikasi Koperasi Indonesia merupakan salah satu bentuk komitmen dinasnya dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan koperasi serta UKM Kabupaten Karawang.

“Sistem Informasi Aplikasi Koperasi Indonesia merupakan wadah kumpulan dan pengolahan data koperasi se-Karawang yang didesain untuk kemudahan mengakses informasi dan data relevan seputar layanan yang diperlukan oleh Koperasi dan UKM,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement