Regional
Pemkab Garut Minta PVMBG Kaji Daerah Longsor Sebelum Relokasi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mengkaji daerah bencana tanah longsor di Kecamatan Samarang sebagai dasar menentukan kebijakan perlu atau tidaknya relokasi bagi warga yang tinggal di wilayah itu.
“Kita akan komunikasikan dengan mengirim surat ke PVMBG untuk mengetahui kondisi di daerah yang terdampak longsor,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi, Minggu (7/5/2023), dikutip dari Antara.
Ia menyatakan bencana tanah longsor melanda permukiman warga di Desa Cisarua dan Parakan, Kecamatan Samarang, Garut, Sabtu (6/5) yang disebabkan hujan deras mengguyur wilayah itu.
Longsoran tanah menyebabkan lima rumah warga rusak dan puluhan rumah warga lainnya terancam bahaya bencana longsor karena lokasinya berada di bawah sekitar tebing.
Menurut dia bangunan rumah warga yang berada di bawah tebing itu memiliki potensi bahaya bencana tanah longsor.
“Siapa yang rekomendasikan rumah di bawah tebing, seharusnya jangan, bahaya,” katanya.
Ia menyampaikan bencana longsor itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya merusak bangunan rumah, masjid, dan madrasah.
Ia mengatakan, dengan adanya bencana itu maka pihaknya akan melakukan kajian terhadap daerah tersebut sebagai dasar perlu atau tidaknya direlokasi ke tempat lebih aman dari bencana longsor.
“Kita belum mengarah ke sana (relokasi), kita akan komunikasikan dulu, kalau pun relokasi, harus cari tanah untuk relokasinya di mana, yang aman,” katanya.
Ia mengatakan sementara upaya mengantisipasi bahaya bencana tanah longsor dengan membuat jalan air drainase di daerah itu.
Selain itu, kata dia, masyarakat diminta tetap selalu waspada dan melakukan antisipasi dengan mengevakuasi secara mandiri apabila terjadi hujan deras dan berlangsung lama di daerah itu.
“Kalau dua jam hujan terus-terusan harus diwaspadai, lakukan evakuasi mandiri ke tempat aman,” kata Satria Budi.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Garut Yudha Puja Turnawan mendukung upaya pemerintah daerah yang meminta PVMBG untuk melakukan kajian di daerah longsor tersebut.
Jika hasil kajian PVMBG harus relokasi, kata dia, maka Pemkab Garut harus segera merealisasikannya, dan masyarakat yang tinggal di sana harus mematuhi kebijakan pemerintah agar terhindar dari bahaya bencana longsor.
“Harus ada kajian memang, dan kalau ternyata harus relokasi maka warga sepatutnya mematuhi, dan Pemkab Garut harus menyiapkan hibah uang untuk rumah yang baru,” katanya.
Ia mengatakan hasil pengecekan di lapangan ada empat rumah warga yang terdampak, dan 49 rumah yang terancam bahaya bencana tanah longsor di dua desa, Kecamatan Samarang.
Adanya perhatian dari pemerintah untuk melakukan kajian tingkat kerawanan longsor, ia dengan tegas mendukungnya untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya bencana alam longsor.
“Mendukung, karena kalau lihat kemiringan permukiman juga sangat riskan, dan kita tidak tahu apakah tanah di Gunung Meungpeuk ini labil atau tidak, karena observasi saya langsung saja banyak muncul air dari pori-pori tanah di area permukiman,” pungkasnya. (*)
Sumber: Antara


You may like

Didik Generasi Muda, Lapas Karawang Ajak Siswa SD IT Al Mumtaaz Belajar Bertani dan Beternak

Komisi II DPRD Karawang Minta Pengelolaan Pasar Telagasari Dikembalikan ke Desa dan Dimusyawarahkan dengan Pedagang

Bupati Karawang Lantik 2.251 Anggota BPD, Minta Perketat Pengawasan Anggaran Desa

Prakasa 1 Berikan Apresiasi Kepada Mitra Finco Dan Karyawan Di Gala Dinner

NasDem Gelar ‘Run for Change 2026’ di Karawang, Kategori 5K dan 10K Gratis!

Dies Natalis ke-12, Rektor dan Jajaran Unsika Ziarah ke Makam Raden Adipati Singaperbangsa
Pos-pos Terbaru
- Didik Generasi Muda, Lapas Karawang Ajak Siswa SD IT Al Mumtaaz Belajar Bertani dan Beternak
- Sharp Perluas Party Speaker, Hadirkan Phantom Series dan Core Blast Series untuk Beragam Gaya Hidup Konsumen
- Komisi II DPRD Karawang Minta Pengelolaan Pasar Telagasari Dikembalikan ke Desa dan Dimusyawarahkan dengan Pedagang
- Bupati Karawang Lantik 2.251 Anggota BPD, Minta Perketat Pengawasan Anggaran Desa
- Prakasa 1 Berikan Apresiasi Kepada Mitra Finco Dan Karyawan Di Gala Dinner






