Regional
Pemkab Garut Ajak Masyarakat Cegah Jajanan Makanan Berbahaya
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Garut mengajak masyarakat mencegah jajanan makanan mengandung zat berbahaya yang dijual, seperti di sekolahan untuk mengantisipasi keracunan dan menjaga kesehatan anak-anak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman pada Sabtu (14/1/2023).
“Kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan kepada anak-anak, sekolah di sana ada jajanan anak-anak, tolong diawasi, jangan sampai anak-anak kita mengkonsumsi zat-zat yang berbahaya,” kata Helmi dilansir dari Antara.
Helimi menuturkan pemerintah selama ini terus berupaya mengawasi terkait peredaran makanan yang dijual di masyarakat untuk memastikan semuanya aman dan layak dikonsumsi.
Seperti halnya saat ini, kata dia, ada makanan yang tidak boleh dikonsumsi yaitu Chiki Ngebul karena mengandung nitrogen yang tidak baik bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi oleh anak-anak maupun dewasa.
“Kami Pemerintah Kabupaten Garut melarang untuk dikonsumsi oleh anak-anak kita, masyarakat, karena ada zat yang berbahaya dari mulai gejala ringan sampai berat,” katanya.
Ia menjelaskan yang berbahaya dikonsumsi manusia itu adalah kandungan zat nitrogennya, sedangkan bahan lainnya berupa Chiki itu tidak dinilai berbahaya.
Pemerintah daerah, kata dia, segera mengeluarkan surat edaran terkait larangan mengkonsumsi zat nitrogen pada makanan jenis Chiki Ngebul.
“Iya, surat imbauan atau pun larangan akan kita keluarkan larangan mengkonsumsi zat nitrogen, anak-anak yang sering membeli itu kan ‘bul’nya, kalau chikinya tidak,” kata Helmi.
Ia berharap masyarakat tidak berjualan Chiki Ngebul maupun jenis jajanan makanan lainnya yang menggunakan zat berbahaya karena akan membahayakan kesehatan konsumennya atau masyarakat.
“Saya imbau kepada pedagang untuk tidak menjual itu, karena ini menyebabkan sakit kepada masyarakat, untuk sekolah dan orang tua tolong untuk mengawasinya,” katanya.
Pria bergelar dokter itu menyampaikan bahwa makanan mengandung nitrogen secara berlebihan akan mengganggu kesehatan bagi yang mengkonsumsinya seperti sakit tenggorokan, dan paling bahaya kebocoran lambung.
“Yang ringan itu radang tenggorokan, bisa batuk, bisa luka di tenggorokan, bisa terinfeksi, bisa panas dingin akhirnya,” ujarnya. (*)
Sumber: Antara


You may like

Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor

Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan

Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI

Srikandi PLN Bersama YBM PLN UP3 Karawang Berbagi Kebahagiaan untuk Masyarakat

Bareng DMI Kecamatan, KUA Telagasari Sosialisasikan Pentingnya ID Masjid Bagi Semua DKM
Pos-pos Terbaru
- May Day 2026: Polres Karawang Pastikan Keberangkatan Buruh ke Monas dan DPR Berjalan Aman
- Diduga Terkena Benang, Warga Ciampel Meninggal di Atas Motor
- Gandeng Kemendagri, FISIP Unsika Gelar SemNas Bahas Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah
- Syiar, DPRD NasDem Karawang Dorong DKM dan Muadzin Masjid Dapat Honor Daerah Tahunan
- Wujud Solidaritas, Band Hard Rock Metal Karawang, NOEND Bakal Gebrak Panggung May Day di Depan Gedung DPR RI






